JAKARTA, VISTA.CO.ID – Suasana penuh keakraban mewarnai reuni belasan pehobi bulutangkis yang tergabung dalam Duta Mas Badminton di Gelanggang Olahraga Duta Mas Club, Pesing, Jakarta, Sabtu (17/10/2026).
Pertemuan tersebut mempertemukan kembali para pemain yang telah menjalin persahabatan sejak 1997. Setelah sempat terhenti sekitar 2018 akibat kesibukan pekerjaan, pertambahan usia, dan kondisi kesehatan, mereka akhirnya kembali berkumpul untuk menikmati olahraga yang selama ini menjadi bagian dari perjalanan hidup bersama.
Bagi pemain senior Rudy Kurniawan, bulutangkis memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar pertandingan dan perebutan kemenangan. Olahraga tersebut menjadi sarana menjaga kesehatan sekaligus mempertahankan hubungan persahabatan yang telah terjalin selama puluhan tahun.
“Kami bermain karena hobi dan untuk menjaga kesehatan. Tentu bangga kalau bisa memenangkan pertandingan, tetapi yang utama adalah bisa tetap bermain dan berkumpul bersama,” tutur Rudy.
Pandangan tersebut menggambarkan semangat para anggota Duta Mas Badminton yang tetap menjadikan kebersamaan sebagai tujuan utama. Meski usia terus bertambah, keinginan untuk berolahraga dan bertemu kawan lama tidak luntur.
Perjalanan komunitas ini bermula pada 1997, ketika sejumlah staf yang berkantor di sekitar Duta Mas Sport Center mulai rutin menyewa lapangan setelah jam kerja. Kegiatan yang awalnya hanya diikuti beberapa orang itu kemudian berkembang dengan bergabungnya lebih banyak pemain.
S. Rahardja, salah satu saksi awal perjalanan perkumpulan tersebut, menuturkan bahwa mereka dahulu rutin bermain setiap Selasa dan Kamis, pukul 17.00–19.00 WIB.
Selain untuk menjaga kebugaran, jadwal bermain itu menjadi kesempatan bagi para anggota untuk melepas penat setelah bekerja dan mempererat hubungan pertemanan.
Namun, rutinitas tersebut perlahan berkurang hingga akhirnya terhenti sekitar 2018. Berbagai kesibukan dan kondisi masing-masing anggota membuat mereka sulit meluangkan waktu untuk bermain bersama.
Karena itu, reuni di Pesing kali ini terasa istimewa. Para anggota tidak hanya kembali mengayunkan raket, tetapi juga mengenang cerita lama, menyambung komunikasi, dan merasakan kembali suasana kebersamaan yang pernah menjadi bagian dari rutinitas mereka.
“Alhamdulillah, hari ini kami bisa berkumpul dan bermain kembali,” kata Rahardja.
Bagi para pemain senior tersebut, kemenangan di lapangan bukanlah satu-satunya hal yang patut dirayakan. Kesempatan untuk tetap aktif, menjaga kesehatan, dan bertemu sahabat lama justru menjadi nilai penting yang ingin mereka pertahankan.
Reuni Duta Mas Badminton pun menjadi pengingat bahwa olahraga dapat menjadi jembatan persahabatan lintas usia. Dari pertemuan sederhana seusai jam kerja, lahir ikatan yang tetap bermakna bahkan setelah puluhan tahun berlalu. (*/san)
