SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Advertisement Advertisement
VistaEdu
Beranda » VistaEdu » Majelis Sayur Kembangkan Kurikulum Sekolah Tani Kota, Ajak Warga Urban Bertani di Lahan Terbatas

Majelis Sayur Kembangkan Kurikulum Sekolah Tani Kota, Ajak Warga Urban Bertani di Lahan Terbatas

Pembukaan program kurikulum Sekolah Tani Kota berlangsung di Gudskul Ekosistem, Jagakarta, Jakarta Selatan, Sabtu (25/4/2026). (Foto – Abigail Anak Anugrah)
Pembukaan program kurikulum Sekolah Tani Kota berlangsung di Gudskul Ekosistem, Jagakarta, Jakarta Selatan, Sabtu (25/4/2026). (Foto – Abigail Anak Anugrah)

JAKARTA, VISTA.CO.ID – Majelis Sayur bersama ruangrupa menghadirkan kurikulum Sekolah Tani Kota sebagai ruang belajar untuk beradaptasi terhadap tantangan bertani di tengah kota.

Pembukaan program kurikulum Sekolah Tani Kota berlangsung di Gudskul Ekosistem, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Sabtu (25/4/2026).

Majelis Sayur merupakan jaringan pertanian di Jagakarsa, Jakarta Selatan yang secara rutin menjadi wadah berbagi pengalaman, pengetahuan, dan kolaborasi.

Lahirnya Sekolah Tani Kota berangkat dari praktik yang telah dijalankan Majelis Sayur di Jagakarsa, yang secara historis dikenal sebagai lumbung pangan Jakarta.

Pengalaman tersebut kemudian dikembangkan menjadi kurikulum pembelajaran yang lebih terstruktur.

Ketua KONI DKI Hidayat Humaid Dikukuhkan Jadi Guru Besar di UNJ

Melalui kolaborasi pengembangan Sekolah Tani Kota, Majelis Sayur membuka ruang belajar terbuka yang dirancang untuk memperkenalkan praktik pertanian kepada masyarakat perkotaan di tengah keterbatasan kota. 

Pembukaan program kurikulum Sekolah Tani Kota berlangsung di Gudskul Ekosistem, Jagakarta, Jakarta Selatan, Sabtu (25/4/2026). (Foto – Abigail Anak Anugrah)
Pembukaan program kurikulum Sekolah Tani Kota berlangsung di Gudskul Ekosistem, Jagakarta, Jakarta Selatan, Sabtu (25/4/2026). (Foto – Abigail Anak Anugrah)

Program ini tidak hanya berfokus pada teknik bertani, tetapi juga mengajak peserta memahami relasi antara pangan, lingkungan, dan cara bertani dengan kemampuan beradaptasi di tengah perkotaan.

Kurikulum ini berangkat dari pengalaman dan semangat para petani Majelis Sayur yang melihat adanya tantangan, urgensi, serta pentingnya praktik pertanian kota di tengah berbagai keterbatasan yang ada. 

“Sekolah tani kota berangkat dari semangat survival mode. Jadi, di tempat yang tidak mungkin pun kita bisa beradaptasi dengan tempat tersebut untuk bertani,” ujar Juli Berskema, peneliti kurikulum Sekolah Tani Kota.

Menurutnya, bertani bukan hanya berbicara tentang bagaimana cara menanam melainkan juga dengan berbagai tantangan, resiko, ancaman yang dirasakan petani.

Gentem Lifelong Learning Group: Siapkan Masa Depan Anak Lewat Keterampilan dan Kompetensi Sejak Usia Dini

Program ini menawarkan dua jenis pembelajaran, yakni Program Kelas Singkat Petani Kota yang mengajak peserta untuk mengenal sekaligus jatuh cinta pada praktik pertanian kota secara singkat.

Selain itu, ada juga Program Laboratorium Petani kota yang mengajak para peserta mengenal lebih dalam dan menjadi penggerak kerja-kerja pertanian urban dalam jangka panjang.

Melalui dua skema tersebut, Sekolah Tani Kota tidak hanya menawarkan pengalaman belajar, tetapi juga mendorong peserta untuk terlibat aktif dan berkelanjutan dalam praktik pertanian kota di kehidupan sehari-hari.

Juli berharap program ini dapat mendorong masyarakat  perkotaan untuk bisa bertani sebagai cara bertahan hidup. Sebab, kita sudah mampu beradaptasi  dengan berbagai tantangan yang ada untuk menciptakan ruang untuk bertani.

“Harapannya, setelah lulus dari Sekolah Tani Kota peserta bisa menciptakan Majelis Sayur lainnya di daerahnya,” pungkasnya. (Abi)

Seminar Semangat Laksamana Cheng Ho dalam Memperkuat Komunikasi Internasional

Bagikan Artikel

VistaTekno






VistaOto






Berita Populer

01

75 Tahun Seminari Stella Maris Bogor: Alumni Gelar Reuni Lintas Angkatan di Yogyakarta

02

SSB Kemayoran 17 FC dan SSB Garecs Juara U-9 dan U-11 di EYSC 2025

03

Film Unfaithful 2: Richard Gere dan Diane Lane, Perselingkuhan Lama Bersemi Kembali

04

Esporto Youth Soccer Championship 2025 Diikuti 10 Tim SSB di Jakarta

05

Ramon Tanque Ingin Cetak Gol Pertama ke Gawang Dewa United

06

SilverStream Solusi Cepat untuk Perawatan dan Penyembuhan Luka

07

Komunitas SAMBAL Apresiasi Eco-Craft Display 2026, Perkuat Ekosistem Kreatif Berkelanjutan

08

Pameran SIAL Interfood 2025 di JIExpo Kemayoran, Ini Rangkaian Acara Menariknya 

09

Paviliun Raden Saleh Hadir Sebagai Hotel di Kawasan TIM Cikini

Pilihan Editor