SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Advertisement Advertisement
VistaNews
Beranda » VistaNews » Lebih dari 140 Karya Seni Hadir di More than Human, Tampilkan Kolaborasi Kreativitas dan Alam

Lebih dari 140 Karya Seni Hadir di More than Human, Tampilkan Kolaborasi Kreativitas dan Alam

foto dok. luke hayes
foto dok. luke hayes

SINGAPURA, VISTA.CO.ID – Lebih dari 140 karya seni, instalasi, dan pengalaman interaktif akan menyambut pengunjung pameran More than Human: Making With the Living World di ArtScience Museum, Singapura. Dibuka pada 28 November 2026, pameran ini menghadirkan eksplorasi menarik tentang bagaimana seni dan desain dapat terinspirasi dari kehidupan alam.

Melibatkan hampir 55 seniman, desainer, arsitek, peneliti, serta komunitas, pameran tersebut memadukan seni, desain, sains, dan teknologi. Pengunjung diajak melihat bagaimana kreativitas manusia dapat berkembang melalui pemahaman terhadap ekosistem dan berbagai spesies yang hidup di dalamnya.

Salah satu karya yang menjadi sorotan adalah Berl-Berl karya Jakob Kudsk Steensen. Instalasi audiovisual imersif berskala besar ini membawa pengunjung menjelajahi lanskap lahan basah digital yang terus berubah, terinspirasi dari bentang alam yang dahulu membentuk wilayah Berlin.

Karya lainnya adalah How to Carve a Sculpture dari Aki Inomata. Melalui karya tersebut, kayu bekas gigitan biwara atau beaver diolah menjadi karya seni yang mengajak pengunjung mempertanyakan kembali apakah kreativitas merupakan kemampuan yang hanya dimiliki manusia.

Sementara itu, Alexandra Daisy Ginsberg menghadirkan Pollinator Pathmaker: Perceptual Field 7SzzLn6GnY97DSo7hCSLMf, sebuah karya tapestri sepanjang delapan meter yang menggambarkan taman dengan rancangan yang mempertimbangkan kebutuhan berbagai spesies penyerbuk.

Bukan Sekadar Menjaga Hutan, Masyarakat Adat Dayak Juga Butuh Penghidupan Layak

Pengalaman pameran semakin diperkuat melalui instalasi imersif dari seniman dan kolektif seni ternama, seperti Marshmallow Laser Feast, Ursula Biemann, dan Zheng Mahler. Karya-karya tersebut menawarkan pengalaman sensori untuk memahami kompleksitas ekosistem serta hubungan saling ketergantungan dalam alam.

Direktur Future Observatory, Justin McGuirk, mengatakan pameran ini menyoroti perkembangan gerakan seni dan desain yang berkomitmen menjaga kelestarian ekosistem.

“Desain tidak lagi semata-mata berfokus pada pemenuhan kebutuhan manusia, tetapi juga diarahkan untuk mendukung keberlangsungan spesies lain beserta ekosistemnya. Inilah arah perkembangan desain yang dibutuhkan pada abad ke-21,” kata Justin.

Pameran ini terbagi dalam tiga bagian tematik dengan ruang pamer yang dirancang oleh Lekker Architects, firma arsitektur asal Singapura. Terinspirasi dari labirin semak, gugusan pulau, hingga lanskap hutan, setiap ruang dirancang untuk menghadirkan pengalaman eksplorasi hubungan manusia dan alam.

More than Human: Making With the Living World akan berlangsung pada 28 November 2026 hingga 16 Mei 2027. Tiket dapat dibeli melalui loket Marina Bay Sands maupun secara daring. (*/san)

Kopdit Pintu Air Resmikan Cabang ke-78 di Bekasi, Buka Peluang Kerja dan Perkuat Ekonomi Masyarakat

Bagikan Artikel

VistaTekno






VistaOto






Berita Populer

01

75 Tahun Seminari Stella Maris Bogor: Alumni Gelar Reuni Lintas Angkatan di Yogyakarta

02

Film Unfaithful 2: Richard Gere dan Diane Lane, Perselingkuhan Lama Bersemi Kembali

03

SSB Kemayoran 17 FC dan SSB Garecs Juara U-9 dan U-11 di EYSC 2025

04

Tante Sonya Tak Sekadar Kisah Romansa, WeTV Bidik Penonton Global

05

Esporto Youth Soccer Championship 2025 Diikuti 10 Tim SSB di Jakarta

06

Ramon Tanque Ingin Cetak Gol Pertama ke Gawang Dewa United

07

SilverStream Solusi Cepat untuk Perawatan dan Penyembuhan Luka

08

Paviliun Raden Saleh Hadir Sebagai Hotel di Kawasan TIM Cikini

09

Pameran SIAL Interfood 2025 di JIExpo Kemayoran, Ini Rangkaian Acara Menariknya 

Pilihan Editor