JAKARTA, VISTA.CO.ID – Memastikan makanan dan minuman yang dikonsumsi anak tetap berkualitas menjadi perhatian penting bagi setiap orang tua. Salah satu produk yang kerap diperiksa secara teliti adalah susu bubuk, terutama ketika ditemukan perubahan tampilan seperti bintik kecil berwarna cokelat atau kehitaman.
Kondisi tersebut tidak selalu menunjukkan adanya masalah keamanan pangan. Dalam proses produksi susu bubuk, dikenal fenomena scorched particles, yaitu partikel susu yang mengalami perubahan warna akibat paparan panas lebih lama selama proses pengeringan.
Prof. Dr.-Ing. Azis Boing Sitanggang, STP, MSc, akademisi bidang teknologi pangan dari IPB University, menjelaskan bahwa teknologi spray drying merupakan salah satu metode yang umum digunakan untuk mengubah susu cair menjadi bubuk.
Dalam proses tersebut, susu dikeringkan menggunakan udara panas dalam waktu singkat. Namun, sebagian partikel dapat menempel pada permukaan alat pengering dan mengalami paparan panas lebih lama sehingga warnanya berubah.
“Perubahan warna pada partikel susu ini berkaitan dengan reaksi Maillard, yaitu reaksi antara gula susu dan protein akibat paparan panas,” jelas Prof. Azis.
Meskipun bintik gelap dapat berasal dari proses pengolahan, orang tua tetap perlu memperhatikan kondisi susu secara keseluruhan. Tidak semua perubahan tampilan bisa langsung dikategorikan sebagai scorched particles.
Ada beberapa hal yang perlu diperiksa sebelum susu diberikan kepada anak. Pertama, perhatikan apakah bintik yang ditemukan memiliki tekstur keras atau jumlahnya tidak wajar.
Kedua, cermati aroma produk. Susu bubuk yang mengalami perubahan aroma perlu mendapatkan perhatian lebih, terlebih apabila disertai perubahan tampilan lainnya.
Ketiga, periksa apakah terdapat penggumpalan yang tidak biasa. Kondisi tersebut perlu diperhatikan karena dapat berkaitan dengan perubahan kualitas produk maupun kondisi penyimpanan.
Prof. Azis menegaskan bahwa konsumen sebaiknya tidak mengabaikan perubahan yang mencurigakan pada susu bubuk.
“Jika ditemukan bintik yang keras atau dalam jumlah tidak wajar, perubahan aroma, maupun penggumpalan yang tidak biasa, sebaiknya produk tidak diberikan terlebih dahulu,” tambahnya.
Selain memeriksa kondisi fisik susu, orang tua juga perlu memastikan kemasan tidak rusak dan tanggal kedaluwarsa belum terlewati. Penyimpanan pun harus mengikuti petunjuk yang tertera pada kemasan agar kualitas produk tetap terjaga.
Jika menemukan kondisi yang meragukan, konsumen dapat menyimpan kemasan, mencatat nomor produksi, kemudian menghubungi produsen untuk memperoleh penjelasan lebih lanjut.
Langkah tersebut penting agar orang tua tidak terburu-buru mengambil kesimpulan, tetapi juga tidak mengabaikan kemungkinan adanya perubahan kualitas produk.
Pada akhirnya, ketelitian dalam memilih dan memeriksa susu bubuk merupakan bagian dari upaya menjaga asupan nutrisi anak. Informasi yang tepat akan membantu orang tua mengambil keputusan secara lebih bijak. (*/san)
