JAKARTA, VISTA.CO.ID – Suasana alam pesisir Pangandaran menjadi bagian tak terpisahkan dari karya terbaru Float. Unit musik independen yang telah berkarya sejak 2004 tersebut merilis album rekaman panggung bertajuk Live at Float2Nature 2026, sebuah dokumentasi musikal yang menangkap atmosfer konser mereka di Pantai Madasari–Batukaras, Jawa Barat.
Album ini menawarkan pengalaman berbeda dibandingkan rekaman studio. Pendengar tidak hanya disuguhkan permainan musik dari para personel Float, tetapi juga dapat merasakan atmosfer pertunjukan yang berpadu dengan suara alam dan antusiasme komunitas pendengarnya.
Mulai dari debur ombak, gemerisik daun, suara tawa, hingga nyanyian bersama para Floatmates menjadi bagian dari pengalaman yang terekam dalam album tersebut.
Vokalis sekaligus penulis lagu utama Float, Hotma “Meng” Roni Simamora, mengatakan bahwa salah satu tujuan perilisan album ini adalah mengabadikan energi pertunjukan yang tidak dapat sepenuhnya direproduksi di dalam studio.
“Album live ini adalah dokumen hidup. Kami ingin menangkap energi yang tidak bisa direplikasi di dalam studio — suara tawa, debur ombak, hingga gemerisik daun yang berpadu dengan petikan gitar dan nyanyian bersama para Floatmates,” kata Meng.
Pengalaman tersebut sekaligus memperlihatkan karakter Float2Nature sebagai konser yang mengedepankan kedekatan antara musik dan lingkungan. Sejak pertama kali diselenggarakan pada 2012 di Dataran Tinggi Dieng, acara ini terus berpindah ke berbagai destinasi alam di Indonesia.
Float2Nature pernah digelar di Tanakita Sukabumi pada 2013, Teluk Kiluan Lampung pada 2014, serta Taman Nasional Gede Pangrango, Situgunung pada 2022. Pada penyelenggaraan di Situgunung, sebanyak 295 tiket berhasil terjual habis dalam waktu dua hari.
Dengan filosofi When music travels back to mother nature, Float ingin menghadirkan pengalaman konser yang lebih intim dan berbeda dari pertunjukan musik pada umumnya. Kehadiran Floatmates juga menjadi bagian penting dalam menjaga semangat kebersamaan tersebut.
Dalam album terbaru ini, Float turut menghadirkan medley empat lagu yang merepresentasikan perjalanan panjang mereka, yakni “Reborn”, “I.H.I”, “Waltz Musim Pelangi”, dan “3 Hari Untuk Selamanya”. Medley berdurasi 5 menit 26 detik tersebut menjadi salah satu bagian menarik dari keseluruhan rekaman.
Selain itu, album ini juga menjadi penanda momentum homecoming Float serta perayaan perilisan EP Constant Changes dalam edisi Float2Nature tahun ini.
Live at Float2Nature 2026 resmi tersedia mulai Rabu, 28 Oktober 2026, melalui Spotify, Apple Music, YouTube Music, dan berbagai layanan streaming digital lainnya.
Bagi pendengar yang ingin menyaksikan suasana pertunjukan secara visual, Float juga menghadirkan video live “Ke Sana” yang direkam langsung dari panggung Batukaras dan dapat disaksikan melalui kanal YouTube. (*/san)
