JAKARTA, VISTA.CO.ID – PT Dyandra Media International Tbk (Dyandra) memperkuat strategi bisnis di industri Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (MICE) dengan menyiapkan sejumlah agenda acara hingga akhir 2026. Berbagai kegiatan tersebut mencakup sektor otomotif, kompetisi layanan, hiburan, hingga pariwisata.
Memasuki kuartal IV-2026, Dyandra melihat prospek industri MICE tetap positif. Kebutuhan pelaku usaha terhadap pameran, aktivasi merek, business matching, serta acara yang menghadirkan interaksi langsung dengan konsumen dinilai masih membuka peluang pertumbuhan.
Perseroan juga mencermati perkembangan acara berbasis komunitas, gaya hidup, dan hiburan yang semakin beragam. Kondisi tersebut menjadi peluang bagi Dyandra untuk memperluas jangkauan audiens sekaligus membangun kolaborasi dengan berbagai mitra dan pelaku industri.
Direktur Utama DYAN, Daswar Marpaung, mengatakan bahwa kebutuhan terhadap penyelenggaraan acara terus meningkat setiap tahunnya. Karena itu, perseroan berupaya mengembangkan portofolio event dengan karakteristik dan sasaran pasar yang berbeda.
“Kami optimis langkah tersebut dapat membantu menjaga momentum pertumbuhan bisnis dengan tetap memperhatikan dinamika ekonomi, efektivitas penyelenggaraan, dan profitabilitas setiap event,” ujar Daswar.
Sejumlah agenda telah disiapkan Dyandra bersama unit bisnisnya untuk meramaikan kalender kegiatan hingga penghujung tahun. Salah satunya adalah PERIKLINDO Electric Vehicle Show (PEVS) yang berlangsung pada 29 Oktober hingga 1 November 2026 di JIExpo Kemayoran.
Selain pameran kendaraan listrik tersebut, terdapat BRI Service Excellent Competition yang dijadwalkan pada 7 November 2026 di The Stones Hotel Bali. Pada tanggal yang sama, Dyandra juga menghadirkan 2026 ByeonWooSeok Asia Fanmeeting Tour <The Secret Library> in Jakarta di Beach City International Stadium.
Agenda lainnya adalah Jazz di Kebun yang berlangsung pada 7 November 2026 di Kebun Raya Bogor. Sementara itu, pada 4–6 Desember 2026, acara Twenty Five Seven dijadwalkan digelar di Taman Kota Peruri, Blok M.
Rangkaian acara tersebut merepresentasikan upaya Dyandra dalam menghadirkan berbagai konsep kegiatan untuk menjangkau audiens yang berbeda. Mulai dari pameran otomotif dan kompetisi layanan hingga hiburan musik serta acara berbasis pariwisata.
Di sisi lain, perseroan tetap mencermati perkembangan kondisi ekonomi dan dinamika biaya operasional dalam menjalankan strategi bisnis. Optimalisasi peluang di berbagai segmen pasar diharapkan dapat menjaga pertumbuhan berkelanjutan sekaligus memperkuat daya saing Dyandra di industri MICE.
Peluang tersebut juga didukung proyeksi pertumbuhan pasar MICE global. Nilai pasar industri ini diperkirakan mencapai US$1,30 triliun pada 2030 dengan tingkat pertumbuhan tahunan majemuk atau CAGR sebesar 7,82 persen. Berdasarkan proyeksi tersebut, nilai pasar pada 2027 diperkirakan mencapai sekitar US$1,07 triliun.
Kawasan Asia Pasifik diprediksi menjadi wilayah dengan pertumbuhan tercepat. Hal ini membuka peluang bagi Indonesia untuk memperkuat posisinya sebagai salah satu destinasi penyelenggaraan acara MICE berskala internasional.
Ke depan, Dyandra akan mengoptimalkan pengembangan IP event, diversifikasi portofolio acara, ekspansi regional, serta sinergi antarunit usaha. Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi jangka panjang perseroan untuk memperkuat bisnis dan menjaga momentum pertumbuhan di tengah peluang serta tantangan industri MICE. (*/san)
