SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Advertisement Advertisement
VistaBiz
Beranda » VistaBiz » ⁠Strategi Dirut Baru Garuda: Prioritaskan Perbaikan Armada dan Efisiensi

⁠Strategi Dirut Baru Garuda: Prioritaskan Perbaikan Armada dan Efisiensi

Direktur Utama Garuda Indonesia, Glenny H. Kairupan memilih menunda ekspansi armada dan memusatkan energi pada perbaikan pesawat yang sudah ada. (Foto - Istimewa)
Direktur Utama Garuda Indonesia, Glenny H. Kairupan memilih menunda ekspansi armada dan memusatkan energi pada perbaikan pesawat yang sudah ada. (Foto - Istimewa)

TANGERANG, VISTANEWS.ID – Direktur Utama Garuda Indonesia, Glenny H. Kairupan, mengambil keputusan tegas. Alih-alih menambah tiga pesawat baru, Garuda memilih menunda ekspansi armada dan memusatkan energi pada perbaikan pesawat yang sudah ada.

Glenny mengungkapkan, perseroan sebelumnya menandatangani MoU pemesanan empat pesawat. Namun, dari seluruh rencana itu, hanya satu unit yang sudah dibayarkan uang muka. Tiga pesawat lainnya resmi dipostponed.

“MoU ada empat pesawat, baru satu yang DP. Tiga sisanya kami tunda dulu, karena prioritasnya perbaikan armada,” kata Glenny dalam konferensi pers di Garuda Sentra Operasi, Tangerang, Banten, Kamis (13/11/2025). 

Keputusan ini menegaskan arah perbaikan Garuda yang semakin konsisten sejak masuknya skema penyelamatan pemerintah dan BPI Danantara. 

Direktur Utama Garuda Indonesia, Glenny H. Kairupan memilih menunda ekspansi armada dan memusatkan energi pada perbaikan pesawat yang sudah ada. (Foto - Istimewa)
Direktur Utama Garuda Indonesia, Glenny H. Kairupan memilih menunda ekspansi armada dan memusatkan energi pada perbaikan pesawat yang sudah ada. (Foto – Istimewa)

Meski Danantara setuju mengucurkan modal sebesar Rp23,67 triliun tapi mantan penerbang TNI AD ini cukup hati-hati.

Tante Sonya Tak Sekadar Kisah Romansa, WeTV Bidik Penonton Global

Glenny yang merupakan pilot lulusan LPPU  Curug angkatan 23  ini menilai, penyelamatan Garuda harus dimulai dari sektor operasional yang selama ini membebani keuangan. 

“Kalau tidak diperbaiki, biaya tetap jalan terus,” ujarnya.

Glenny memperkirakan proses pemulihan penuh membutuhkan waktu dua tahun hingga Garuda kembali mencetak laba.

Wakil Direktur Utama Garuda Indonesia, Thomas Sugiarto Oentoro, menambahkan bahwa seluruh rencana ekspansi saat ini sedang dihitung ulang. 

Adanya posisi baru Direktur Transformasi yang dijabat Neil Raymond Mills membuat evaluasi armada dan jaringan rute dilakukan lebih ketat.

BMoney Buka Private Lounge Ketiga di Surabaya, Bidik Pengalaman Investasi Premium

“Bukan dibatalkan, tapi sebagian akan kami tunda sampai analisisnya final,” kata Thomas.

Keputusan menahan ekspansi ini menjadi sinyal kuat bahwa di bawah nahkoda baru Glenny Kairupan, Garuda memilih stabilitas dan efisiensi lebih dulu, sebelum kembali terbang lebih tinggi. (Red/Ign)

Bagikan Artikel

VistaTekno






VistaOto






Berita Populer

01

75 Tahun Seminari Stella Maris Bogor: Alumni Gelar Reuni Lintas Angkatan di Yogyakarta

02

SSB Kemayoran 17 FC dan SSB Garecs Juara U-9 dan U-11 di EYSC 2025

03

Film Unfaithful 2: Richard Gere dan Diane Lane, Perselingkuhan Lama Bersemi Kembali

04

Esporto Youth Soccer Championship 2025 Diikuti 10 Tim SSB di Jakarta

05

Ramon Tanque Ingin Cetak Gol Pertama ke Gawang Dewa United

06

SilverStream Solusi Cepat untuk Perawatan dan Penyembuhan Luka

07

Pameran SIAL Interfood 2025 di JIExpo Kemayoran, Ini Rangkaian Acara Menariknya 

08

Paviliun Raden Saleh Hadir Sebagai Hotel di Kawasan TIM Cikini

09

Komunitas SAMBAL Apresiasi Eco-Craft Display 2026, Perkuat Ekosistem Kreatif Berkelanjutan

Pilihan Editor