JAKARTA, VISTA.CO.ID – SeaBank memperlihatkan pertumbuhan signifikan sepanjang Semester I 2026. Tidak hanya mencatatkan laba bersih Rp749,26 miliar, bank digital ini juga berhasil memperluas basis pengguna hingga mencapai 35 juta nasabah.
Pertumbuhan jumlah pengguna tersebut berjalan seiring dengan semakin tingginya aktivitas transaksi melalui platform SeaBank. Hingga Juni 2026, rata-rata transaksi harian tercatat lebih dari 16,8 juta transaksi dengan volume perputaran uang harian mencapai Rp7,1 triliun.
Direktur Utama SeaBank Indonesia, Sasmaya Tuhuleley, menilai pertumbuhan tersebut menjadi cerminan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap layanan perbankan digital.
“Kami sangat mengapresiasi kepercayaan yang terus diberikan oleh nasabah dan seluruh pemangku kepentingan,” ujar Sasmaya.
Kepercayaan tersebut juga terlihat dari pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang mencapai Rp41,80 triliun. Angka tersebut tumbuh 47,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Menariknya, sebagian besar dana yang dihimpun berasal dari dana murah atau CASA. Nilainya mencapai Rp29,10 triliun atau 69,6 persen dari total DPK.
Tingginya porsi CASA sekaligus memperlihatkan bahwa SeaBank semakin banyak digunakan untuk kebutuhan transaksi sehari-hari. Mulai dari transfer, pembayaran QRIS hingga pembayaran tagihan rutin dapat dilakukan melalui platform tersebut.
Dari sisi aset, SeaBank mencatatkan total aset Rp52,97 triliun. Sementara penyaluran kredit meningkat 53,1 persen YoY menjadi Rp39,81 triliun.
Pertumbuhan kredit tersebut dilakukan melalui direct lending, kolaborasi dengan ekosistem digital dan kemitraan strategis. Meski agresif dalam menyalurkan kredit, SeaBank tetap mempertahankan prinsip prudential banking.
Rasio NPL Gross tercatat 1,65 persen. Angka tersebut masih berada jauh di bawah batas maksimum 5 persen yang ditetapkan regulator.
Sasmaya mengatakan pertumbuhan tersebut menjadi bukti bahwa strategi SeaBank dalam membangun layanan digital yang mudah dan aman berjalan sesuai arah yang ditetapkan.
“Hasil positif sepanjang Semester I 2026 ini membuktikan bahwa strategi berkesinambungan kami dalam menghadirkan layanan perbankan yang mudah, cepat, dan aman berada di jalur yang tepat,” kata Sasmaya.
Untuk memperluas akses layanan, SeaBank juga meresmikan Kantor Cabang Medan pada Mei 2026. Kantor tersebut menjadi kantor cabang ke-9 SeaBank di Indonesia sekaligus bagian dari upaya menjangkau masyarakat unbanked di Sumatera Utara.
Menurut Sasmaya, keberadaan KC Medan bukan berarti SeaBank meninggalkan identitasnya sebagai bank digital. Sebaliknya, kantor tersebut diposisikan sebagai penghubung untuk memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan.
“Kami memposisikan KC Medan sebagai jembatan inklusi yang akan mendorong taraf hidup serta produktivitas ekonomi masyarakat di wilayah Sumatera Utara,” ungkap Sasmaya.
Selain pertumbuhan bisnis, SeaBank juga memperoleh pengakuan dari Forbes. SeaBank masuk dalam daftar World’s Best Banks 2026 bersama 17 bank asal Indonesia lainnya.
Dalam daftar tersebut, SeaBank menjadi bagian dari 410 bank terbaik dunia yang dipilih berdasarkan survei independen Forbes dan Statista terhadap lebih dari 54.000 nasabah di 34 negara.
Penilaian dilakukan berdasarkan lima aspek utama, dengan tingkat kepercayaan nasabah sebagai bobot tertinggi. Selain itu, survei mempertimbangkan kemudahan layanan digital, kualitas layanan pelanggan, transparansi biaya dan ketentuan, serta konsultasi keuangan.
Ke depan, SeaBank menyatakan akan terus memperkuat inovasi fitur transaksi, keamanan siber dan inklusi keuangan.
“Fokus kami ke depan adalah terus berinovasi pada fitur-fitur transaksi, memperkuat infrastruktur keamanan siber, dan mendorong inklusi keuangan untuk memastikan akses keuangan digital bagi seluruh masyarakat Indonesia,” pungkas Sasmaya. (*/san)
