JAKARTA, VISTA.CO.ID – Beurer, perusahaan asal Jerman yang telah lebih dari satu abad bergerak di bidang kesehatan dan wellness, memperkenalkan alat pengukur tekanan darah terbaru, Beurer BM 21, dalam gelaran Indonesia International Hospital Expo ke-38 (Hospital Expo XXXVIII) 2026 di ICE BSD City, Tangerang, 7–10 Oktober 2026.
Hospital Expo 2026 menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI), bersama Seminar Nasional PERSI XXII dan Seminar Tahunan Patient Safety XX.
Mengusung tema “Rumah Sakit Tumbuh dan Tangguh di Era Kecerdasan Buatan”, ajang ini mempertemukan rumah sakit, tenaga kesehatan, institusi pemerintah, pelaku industri, serta penyedia teknologi dan perangkat kesehatan.
Dalam momentum tersebut, Beurer menghadirkan BM 21 sebagai perangkat pemantauan tekanan darah yang dirancang untuk penggunaan praktis, termasuk di lingkungan rumah tangga.
Kehadiran produk ini sekaligus menandai penguatan komitmen Beurer terhadap pengembangan produksi alat kesehatan di Indonesia.
Managing Director Beurer Healthcare and Wellbeing Indonesia, Aria Verdin, mengatakan peluncuran BM 21 menjadi salah satu tonggak penting bagi perusahaan karena produk tersebut diproduksi di Indonesia dengan mengacu pada teknologi dan standar Beurer sebagai perusahaan asal Jerman.

“BM 21 merupakan milestone karena menghadirkan produk yang diproduksi di Indonesia dengan standar Jerman,” ujar Aria.
BM 21 diproduksi di fasilitas PT Beurer Indonesia Technology yang berlokasi di Kendal, Jawa Tengah.
Director Beurer Indonesia Technology, Akhmad Darsono, mengatakan proses produksinya melibatkan tenaga kerja lokal dari tingkat operator hingga jajaran manajemen.
“BM 21 merupakan produk yang proudly made in Indonesia. Ini menjadi bukti komitmen Beurer untuk terus mengembangkan kemampuan produksi di Indonesia,” katanya.
Dari sisi penggunaan, BM 21 dirancang sederhana dengan pengoperasian melalui satu tombol dan layar yang mudah dibaca.
Perangkat ini dapat menggunakan baterai maupun sumber daya melalui USB Type-C sehingga dapat digunakan di rumah maupun saat bepergian.
BM 21 juga dilengkapi sejumlah fitur untuk membantu proses pemantauan tekanan darah. Salah satunya adalah indikator deteksi aritmia yang memberikan tanda apabila perangkat menemukan adanya ketidakteraturan denyut jantung selama pengukuran.
Selain itu, terdapat pula indikator berbasis zona warna yang membantu pengguna memahami hasil pengukuran secara lebih sederhana.
Perangkat ini juga memiliki fitur yang membantu memastikan posisi tubuh dan lengan pengguna berada dalam kondisi yang sesuai saat pengukuran.
Hal tersebut penting karena posisi tubuh, kondisi pengguna, serta teknik pengukuran dapat memengaruhi hasil tekanan darah.
Head of Marketing Beurer Healthcare and Wellbeing Indonesia, Intan Wardhatun, mengatakan bahwa kemudahan tersebut diharapkan mendorong masyarakat menjadikan pemeriksaan tekanan darah sebagai bagian dari rutinitas kesehatan keluarga.
“Kami ingin semakin banyak keluarga memiliki akses terhadap perangkat kesehatan yang praktis dan dapat digunakan secara rutin,” ujarnya.
Beurer juga menghadirkan dukungan digital melalui aplikasi Beurer HealthManager Pro. Hasil pengukuran dapat dicatat, dipantau perkembangannya, serta diekspor sehingga dapat menjadi informasi tambahan ketika pengguna berkonsultasi dengan tenaga kesehatan.
Selain menghadirkan produk, Beurer aktif melakukan edukasi mengenai hipertensi bersama tenaga medis dan komunitas. Salah satunya melalui kegiatan pemeriksaan tekanan darah gratis yang melibatkan sekitar 70 dokter dengan sekitar 1.000 pemeriksaan.
Melalui BM 21, Beurer berharap masyarakat tidak hanya melakukan pemeriksaan ketika muncul keluhan.
Pemantauan tekanan darah secara berkala dapat membantu seseorang mengetahui kondisi kesehatannya dan menjadi informasi awal untuk berkonsultasi dengan tenaga medis apabila hasil pengukuran menunjukkan kondisi yang perlu mendapat perhatian.
Dengan kapasitas produksi lokal lebih dari satu juta unit per tahun, Beurer melihat Indonesia sebagai pasar penting sekaligus basis pengembangan produksi.
BM 21 pun ditujukan untuk menjangkau rumah tangga, fasilitas kesehatan, apotek, toko alat kesehatan, sektor swasta, hingga institusi pemerintah. (*/Ign)
