JAKARTA, VISTA.CO.ID – Menjadi calon gubernur tentu membutuhkan kemampuan berkomunikasi dan membangun citra yang baik. Namun, bagaimana jika seorang kandidat justru kehilangan kemampuan untuk menyembunyikan isi pikirannya?
Premis unik tersebut ditawarkan film komedi “BAPAK PALING JUJUR” yang disutradarai Fajar Nugros. Film terbaru dari Cahaya Pictures ini menghadirkan Andovi da Lopez sebagai Jonas Prakoso, seorang calon gubernur yang menghadapi situasi tidak biasa menjelang pemilihan.
Jonas awalnya tengah fokus menjalankan kampanye dan membangun citra sebagai sosok pemimpin yang ideal. Semuanya berubah ketika sebuah kutukan membuat dirinya tidak mampu lagi berbohong.
Apa pun yang ada di kepalanya bisa terucap secara spontan. Akibatnya, berbagai situasi yang seharusnya dapat dikendalikan justru berubah menjadi kekacauan.
Kejujuran tersebut menjadi sumber komedi utama film. Jonas harus menghadapi kenyataan bahwa mengatakan seluruh isi hati secara langsung tidak selalu menjadi pilihan terbaik, terutama ketika dirinya sedang berada di tengah kampanye politik.
Empat foto first look yang dirilis Cahaya Pictures memberikan gambaran mengenai situasi tersebut. Dalam salah satu potongan gambar, Jonas terlihat berpidato di depan warga. Dalam adegan lainnya, ia terlihat membawa karung beras dan terlibat dalam berbagai kejadian yang absurd.
Kehadiran karakter Jonas juga memperlihatkan benturan antara dunia politik yang penuh pencitraan dengan sosok yang justru kehilangan kemampuan untuk menjaga rahasia.
Andovi da Lopez menjadi pemeran utama dan didukung oleh Claresta Taufan, Soleh Solihun, serta Benidictus Siregar.
Film “BAPAK PALING JUJUR” diadaptasi dari film Korea Selatan berjudul “Honest Candidate”. Adaptasi tersebut kemudian dikembangkan Fajar Nugros bersama tim produksi dengan membawa cerita ke dalam konteks kehidupan Indonesia.
“BAPAK PALING JUJUR” diproduksi oleh Cahaya Pictures dan Studio Antelope dan akan tayang serentak di bioskop Indonesia pada 15 Oktober 2026.
Dengan premis seorang calon gubernur yang tidak bisa berbohong, film ini menawarkan komedi politik yang berangkat dari pertanyaan sederhana: apakah kejujuran selalu menjadi jalan keluar? (*/san)
