JAKARTA, VISTA.CO.ID – Perjalanan menuju dunia entertainment bisa datang dari arah yang tak terduga. Hal itu dialami Diana Ela Sari, perempuan 27 tahun asal Samarinda, Kalimantan Timur, yang sebelumnya viral karena aktivitasnya membantu sang ibu berjualan dan mengupas kelapa.
Lebih dari satu juta pengguna media sosial kini mengikuti perjalanan Diana. Popularitas tersebut berawal dari sebuah video yang direkam seorang pembeli ketika Diana sedang membantu usaha keluarganya. Video itu kemudian menyebar luas dan membuat aktivitas jual beli kelapa di tempat sang ibu semakin ramai.
Diana mengatakan, dirinya tidak pernah menyangka kebiasaan sederhana tersebut akan membawanya dikenal luas. Baginya, membantu orang tua merupakan aktivitas yang sudah dilakukan jauh sebelum dirinya mendapatkan perhatian di media sosial.
“Saya memang biasa membantu mama setelah kuliah atau bekerja. Awalnya tidak berpikir akan menjadi viral seperti ini,” kata Diana ketika bercerita kepada para expert.
Di tengah popularitasnya sebagai sosok viral, Diana mencoba membuka peluang baru melalui Main Drama Casting episode 22. Ia menjadi salah satu dari sembilan peserta yang mengikuti tahap awal sebelum akhirnya lima peserta berkesempatan melanjutkan proses untuk bertemu para expert.
Dalam sesi tersebut, Diana tidak hanya mengandalkan popularitas media sosial. Ia ditantang memperlihatkan kemampuan akting dan bernyanyi yang selama ini belum banyak diketahui publik.
Cerita soal kelapa kemudian dijadikan materi tantangan akting. Diana diminta memerankan penjual kelapa dengan karakter genit dan berinteraksi bersama Karan Mahtani sebagai pembeli.
Bagi Diana, tantangan tersebut cukup berbeda karena karakter yang dimainkan bukan dirinya sehari-hari. Meski begitu, ia mencoba menggabungkan arahan akting dengan pengalaman nyata ketika berjualan dan melayani pembeli.
“Memerankan karakter seperti itu memang bukan kebiasaan saya, tetapi saya mencoba mengikuti tantangan dan menikmati prosesnya,” ungkap Diana.
Perempuan asal Samarinda tersebut kemudian menunjukkan kemampuan vokalnya. Setelah mendengarkan penampilannya, para expert menilai warna suara Diana lebih cocok dengan genre dangdut dibandingkan lagu pop yang sebelumnya ia bawakan.
Diana pun kembali menghadapi tantangan baru ketika diminta menyanyikan lagu dangdut yang sedang diproduksi oleh MD Entertainment. Kesempatan itu menjadi salah satu momen penting dalam proses casting karena ia bisa merasakan langsung tantangan sebagai calon performer.
Meski sempat gugup, Diana tetap berupaya menyelesaikan penampilannya. Para expert melihat adanya potensi yang bisa dikembangkan, terutama di genre dangdut, meski Diana dinilai masih perlu memperkuat latihan pernapasan.
Perjalanan tersebut belum berakhir dengan Dream Ticket. Diana belum mendapatkan tiket tersebut pada episode 22, tetapi pengalaman berada di depan para expert memberinya gambaran baru mengenai dunia akting dan musik.
Kisah Diana menjadi salah satu warna menarik dalam Main Drama Casting, sebuah proses pencarian talenta yang mempertemukan peserta dengan beragam latar belakang dan kemampuan. (*/san)
