JAKARTA, VISTA.CO.ID – Operasi pencarian terhadap delapan orang yang masih hilang akibat speed boat kehilangan kontak di Perairan Selat Sunda terus dilakukan dengan mengoptimalkan berbagai sarana. Selain pencarian di wilayah perairan, operasi SAR diperkuat melalui dukungan udara menggunakan Helikopter Dauphin AS365 N3+ HR-3604.
Helikopter tersebut dikerahkan untuk membantu pemantauan wilayah operasi SAR di sekitar Selat Sunda dan Gunung Anak Krakatau, Banten. HR-3604 berangkat dari Lanud Atang Sendjaja pada pukul 12.36 WIB dengan membawa tujuh orang kru.
Ketujuh kru tersebut adalah Letkol Pnb Endrik Setyo Utomo, Kapten Pnb Dimas Aribowo, Serka Deatry Mulianto, Sertu Moch Farhan, Serda Eki P. Ginting, Pratu Ronni Bagus H, dan Prada Brillian Muammar.
Penerbangan direncanakan melalui rute JIExpo Kemayoran, Pantai Carita, BPBD Banten, kemudian menuju helipad atau kembali ke JIExpo Kemayoran. Pengerahan helikopter diharapkan dapat memperluas jangkauan pengamatan selama proses pencarian berlangsung.
Namun, pencarian tidak hanya menjadi perhatian dari sisi operasi di laut dan udara. Pewarta Foto Indonesia (PFI) meminta agar pencarian juga diperluas ke wilayah daratan, khususnya pulau-pulau kecil yang berada di sekitar Gunung Anak Krakatau.
Ketua Umum PFI Pusat Dwi Pambudo menyampaikan terima kasih atas kerja keras seluruh unsur SAR gabungan yang masih melakukan pencarian.
“Kami sangat mengapresiasi dan berterima kasih atas segala upaya dan kerja keras yang telah dikerahkan oleh tim SAR gabungan demi menemukan rekan-rekan kami,” ujar Dwi.
PFI berharap kemungkinan para penyintas berhasil menyelamatkan diri hingga mencapai pulau di sekitar lokasi kejadian dapat diperiksa.
“Kami sangat berharap fokus pencarian juga bisa dimaksimalkan untuk menyisir ke pulau-pulau kecil di sekitar kawasan Gunung Anak Krakatau. Semoga ada titik terang dari sana,” katanya.
Permintaan serupa disampaikan Ketua PFI Jakarta Herman Zakharia. Ia secara khusus meminta penyisiran di Pulau Sertung dan Pulau Panjang dilakukan secara detail.
“Kondisi cuaca dan arus Selat Sunda sangat dinamis. Kemungkinan para survivor berhasil menyelamatkan diri dan terdampar di gugusan pulau kawasan GAK seperti Pulau Panjang atau Pulau Sertung sangat besar,” ungkap Herman.
Menurut Herman, pemeriksaan terhadap wilayah daratan tersebut penting dilakukan untuk memastikan tidak ada kemungkinan keselamatan korban yang terlewatkan selama operasi.
“Kami memohon bantuan Tim SAR untuk bisa menyisir area tersebut secara detail,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua PFI Tangerang Dery Ridwansah menyebut kerja keras tim SAR menjadi harapan bagi keluarga dan rekan-rekan korban.
“Kerja keras Tim SAR di tengah laut adalah secercah harapan bagi kami dan pihak keluarga,” kata Dery.
Ia memastikan PFI terus mengikuti perkembangan operasi dan melakukan koordinasi sembari berharap perluasan pencarian memberikan hasil positif.
“Kami terus berkoordinasi dan berdoa agar proses perluasan pencarian ke daratan pulau-pulau di kawasan Krakatau ini membuahkan hasil yang baik,” tutur Dery.
Dengan dukungan pencarian melalui laut, udara, dan kemungkinan penyisiran di wilayah daratan pulau-pulau sekitar Gunung Anak Krakatau, Tim SAR gabungan terus berupaya menemukan delapan orang yang masih dalam pencarian.
PFI juga menyatakan akan terus memantau operasi kemanusiaan tersebut dan siap memberikan dukungan informasi yang diperlukan demi membantu kelancaran proses pencarian. (*/san)
