JAKARTA, VISTA.CO.ID – Pertemuan seni, budaya, dan desain Swedia-Indonesia terlihat dalam pameran Tyra Kleen, A Swedish Artist Celebrating Indonesian Culture: A Journey Through Java & Bali 1919–1921. IKEA Indonesia turut mengambil bagian dengan menghadirkan sejumlah produk pilihan dalam ruang pameran yang dibuka di UP at Thamrin Nine, Jakarta.
Pameran tersebut resmi dibuka oleh Putri Mahkota Victoria dari Swedia setelah diawali sambutan Duta Besar Swedia untuk Indonesia, H.E. Daniel Blockert. Penyelenggaraan pameran juga menjadi bagian dari perayaan 75 tahun hubungan diplomatik Swedia dan Indonesia.
IKEA Indonesia menghadirkan sejumlah produk yang dikurasi untuk menciptakan dialog antara karakter desain Swedia dengan elemen yang dekat dengan budaya Indonesia. Koleksi yang ditampilkan mencakup IKEA PS 2026, kursi POÄNG, lampu NYMÅNE, tikar SWAN, serta cushion cover dari IKEA Indonesia.
Country Marketing Manager IKEA Indonesia, Muhammad Taufiqurrakhman, mengatakan pameran Tyra Kleen menjadi salah satu ruang untuk melihat hubungan Swedia dan Indonesia dari sisi budaya serta pertukaran gagasan.
“Hubungan Swedia dan Indonesia telah berkembang selama 75 tahun dan terus menemukan bentuk baru melalui budaya, kreativitas, dan berbagai pertukaran gagasan. Melalui dukungan terhadap pameran Tyra Kleen, IKEA Indonesia ingin turut merayakan hubungan tersebut sekaligus menghadirkan perspektif Swedia dalam sebuah pengalaman yang berangkat dari cerita tentang Indonesia,” katanya.
Dalam ruang pameran, berbagai material seperti kayu, rotan, kaca, dan tekstil dipadukan dengan elemen pameran. Bentuk dan warna produk IKEA juga ditempatkan untuk melengkapi suasana ruang, termasuk penggunaan rotan dan tikar yang memiliki kedekatan dengan konteks Indonesia.
Menurut Country Home Furnishing & Retail Design IKEA Indonesia, Ardan Hanafi, pertemuan berbagai perspektif dapat membuka cara pandang baru terhadap bagaimana sebuah ruang dirancang dan digunakan.
“Desain selalu tumbuh dari tempat, orang, dan kehidupan di sekitarnya. Ketika kita melihat karya, material, dan cara hidup dari perspektif yang berbeda, muncul kemungkinan baru untuk memahami bagaimana sebuah ruang dapat digunakan dan dirasakan,” ujar Ardan.
Ia menambahkan, keterlibatan IKEA Indonesia dalam pameran tersebut tidak hanya berkaitan dengan bentuk produk, tetapi juga bagaimana desain dapat menjadi bagian dari pembicaraan mengenai budaya dan kehidupan.
“Bagi kami, pameran ini menjadi kesempatan untuk melihat desain bukan hanya sebagai bentuk, tetapi juga sebagai bagian dari percakapan tentang budaya dan kehidupan,” lanjutnya.
Pameran tersebut menghadirkan sekitar 30 reproduksi karya seni dan fotografi Tyra Kleen yang berasal dari koleksi Etnografiska Museet atau Museum of Ethnography di Stockholm. Karya-karya itu merekam perjalanan seniman Swedia tersebut ketika mengunjungi Jawa dan Bali pada 1919 hingga 1921.
Kehadiran IKEA Indonesia dalam pameran ini sekaligus memperlihatkan bagaimana dua perspektif desain dan budaya dapat ditempatkan dalam satu ruang. Karakter Swedia tetap dipertahankan, sementara berbagai elemen Indonesia hadir sebagai bagian dari pengalaman pameran.
Pameran Tyra Kleen – A Swedish Artist Celebrating Indonesian Culture: A Journey Through Java & Bali 1919–1921 dapat dikunjungi hingga 30 September 2026 di UPFinity Level 85, UP at Thamrin Nine, Autograph Tower, Jakarta, setiap hari pukul 11.00–21.00 WIB.
Selain melihat pameran, pengunjung dapat mengikuti guided tour pada 12, 13, 19, 20, 26, dan 27 September 2026. (*/san)
