SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Advertisement Advertisement
VistaEdu
Beranda » VistaEdu » Zurich Dukung Thriving Together, Perkuat Dukungan Kesehatan Mental Remaja di 34 Provinsi

Zurich Dukung Thriving Together, Perkuat Dukungan Kesehatan Mental Remaja di 34 Provinsi

foto dok. zurich
foto dok. zurich

JAKARTA, VISTA.CO.ID – Penguatan kesehatan mental remaja membutuhkan dukungan yang berkelanjutan dari keluarga, sekolah, masyarakat, dan pemerintah. Untuk memperluas upaya tersebut, UNICEF Indonesia bersama Pemerintah Indonesia, Zurich, dan Z Zurich Foundation terus mendorong pelaksanaan program Thriving Together yang berfokus pada kesehatan mental serta kesejahteraan psikososial generasi muda.

Program ini merupakan bagian dari kemitraan global antara UNICEF dan Z Zurich Foundation yang diluncurkan pada 2021. Melalui kerja sama tersebut, berbagai inisiatif dikembangkan untuk membantu anak dan kaum muda membangun hubungan sosial yang positif, memperkuat ketahanan diri, serta mendapatkan dukungan yang sesuai ketika menghadapi tantangan kehidupan.

Di Indonesia, pelaksanaannya melibatkan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN serta Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. Program ini juga didukung oleh Zurich dan Z Zurich Foundation sebagai bagian dari komitmen bersama terhadap kesejahteraan generasi muda.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah mendukung peningkatan kapasitas Forum Generasi Berencana (GenRe) di 34 provinsi. Inisiatif tersebut membekali remaja, orang tua, guru, dan pengasuh dengan pengetahuan serta keterampilan untuk menciptakan lingkungan yang aman, mencegah kekerasan, dan mendukung tumbuh kembang anak secara sehat.

Pada fase pertama yang berlangsung pada 2021–2024, Thriving Together telah menjangkau 318.048 individu di berbagai wilayah Indonesia. Program tersebut kemudian memasuki fase kedua sejak September 2024 hingga Desember 2027, dengan fokus pada perluasan implementasi dan pengintegrasian pendekatan program ke dalam berbagai inisiatif pemerintah yang menyasar remaja dan keluarga.

SUARA, Kotak Curhat Peer Educator SMA 12 Jakarta

Direktur PT Zurich Asuransi Indonesia Tbk, Tini Nurianto, menekankan bahwa upaya menjaga kesehatan mental anak muda membutuhkan keterlibatan aktif lingkungan sekitar.

“Di Zurich, kami percaya bahwa tumbuh kembang anak muda, termasuk kesehatan mentalnya, membutuhkan kontribusi aktif dari lingkungan di sekitar mereka. Melalui program Thriving Together di Indonesia, kami ingin mendorong terciptanya ruang yang aman dan suportif bagi remaja, sekaligus memperkuat peran keluarga, sekolah, dan komunitas dalam mengenali tantangan kesehatan mental, mengurangi stigma, serta mendorong keberanian untuk mencari bantuan,” ujar Tini.

Selain memperkuat lingkungan pendukung, program ini sejalan dengan kampanye global Turn Down the Noise, yang dikembangkan oleh Global Youth Mental Health Coalition. Zurich dan Z Zurich Foundation merupakan anggota pendiri koalisi tersebut, yang berupaya mendorong aksi kolektif untuk meningkatkan kesehatan mental dan kesejahteraan anak muda.

Kampanye Turn Down the Noise mengajak remaja mengenali tekanan emosional atau inner noise yang dapat muncul akibat kesepian, kekerasan, pelecehan, tekanan media sosial, maupun kekhawatiran terhadap penilaian orang lain. Anak muda didorong untuk membangun koneksi yang bermakna, berani mengungkapkan perasaan, dan mencari dukungan ketika menghadapi kesulitan.

Kepala Perlindungan Anak UNICEF Indonesia, Muhammad Rafiq Khan, menegaskan bahwa kesehatan mental remaja tidak hanya ditentukan oleh kemampuan individu menghadapi tekanan, tetapi juga oleh lingkungan tempat mereka tumbuh dan membangun hubungan.

BINUS University dan SCUT Luncurkan Program Joint Degree, Peluang Raih 2 Gelar Sarjana Lintas Negara

“Kesehatan mental remaja tidak hanya dipengaruhi oleh resiliensi individu, tetapi juga oleh lingkungan tempat anak-anak dan anak muda tumbuh, berkembang, dan membangun hubungan dengan orang lain. Keluarga, sekolah, masyarakat, serta platform digital memiliki peran penting dalam melindungi anak dari kekerasan, mendorong terbentuknya hubungan yang positif, serta memastikan setiap anak merasa aman, dihargai, didengar, dan didukung,” kata Rafiq.

Menurut pendekatan program ini, dukungan sosial perlu disertai akses terhadap layanan yang tepat. Karena itu, anak muda yang mengalami tekanan berat atau situasi tidak aman dianjurkan untuk berbicara dengan orang dewasa tepercaya serta mengakses bantuan profesional atau layanan perlindungan anak yang kompeten.

Bagi masyarakat yang membutuhkan informasi atau pendampingan terkait kekerasan terhadap perempuan dan anak, layanan SAPA 129 yang dikelola Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dapat dihubungi melalui telepon 129 atau WhatsApp 08111-129-129.

Melalui Thriving Together dan Turn Down the Noise, para mitra berharap tercipta ekosistem yang semakin mendukung kesehatan mental remaja di Indonesia. Keterlibatan keluarga, sekolah, masyarakat, dan pemerintah menjadi bagian penting agar generasi muda dapat membangun hubungan yang sehat, merasa didengar, serta memperoleh bantuan yang sesuai untuk berkembang secara optimal. (*/san)

Film Pendek Jadi Cara Baru Kelas Pekerja Menyuarakan Aspirasi di Era Digital
Bagikan Artikel

VistaTekno






VistaOto






Berita Populer

01

75 Tahun Seminari Stella Maris Bogor: Alumni Gelar Reuni Lintas Angkatan di Yogyakarta

02

Film Unfaithful 2: Richard Gere dan Diane Lane, Perselingkuhan Lama Bersemi Kembali

03

SSB Kemayoran 17 FC dan SSB Garecs Juara U-9 dan U-11 di EYSC 2025

04

Tante Sonya Tak Sekadar Kisah Romansa, WeTV Bidik Penonton Global

05

Esporto Youth Soccer Championship 2025 Diikuti 10 Tim SSB di Jakarta

06

Ramon Tanque Ingin Cetak Gol Pertama ke Gawang Dewa United

07

SilverStream Solusi Cepat untuk Perawatan dan Penyembuhan Luka

08

Paviliun Raden Saleh Hadir Sebagai Hotel di Kawasan TIM Cikini

09

Pameran SIAL Interfood 2025 di JIExpo Kemayoran, Ini Rangkaian Acara Menariknya 

Pilihan Editor