JAKARTA, VISTA.CO.ID – Menjadi seorang jurnalis warga di era digital tidak hanya sebatas mengambil gambar atau mengunggah video ke media sosial.
Dalam pelatihan jurnalistik di Masjid Ar-Riyadh Depok, pentingnya akurasi informasi dan tanggung jawab publik menjadi sorotan utama materi pelatihan.
Pengurus FORWAN Indonesia sekaligus Redaktur HarianTerbit dan Dosen UBSI, Romi Syahril, menekankan bahwa penyampaian informasi harus berpijak pada fakta yang jelas.
“Intinya menjadi jurnalis warga bukan sekadar merekam peristiwa atau mengunggah informasi ke media sosial, melainkan juga memastikan bahwa informasi yang disampaikan memiliki dasar fakta dan dapat dipertanggungjawabkan sesuai kaidah 5W + 1H,” tegas Romi Syahril.
Melalui pemahaman kaidah jurnalistik yang tepat, para remaja diharapkan mampu menyaring berita bohong (hoaks) serta menyajikan laporan yang bermanfaat bagi masyarakat luas. (*/San)
