JAKARTA, VISTA.CO.ID – Maskapai penerbangan TransNusa terus memperkuat ekspansi jaringan internasionalnya dengan meluncurkan rute penerbangan langsung Denpasar (Bali)–Phuket (Thailand). Langkah ini tidak hanya memperluas konektivitas antardestinasi wisata unggulan di Asia Tenggara, tetapi juga menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam memperkuat posisi Bali sebagai salah satu hub internasional TransNusa.
Rute baru tersebut akan mulai beroperasi pada 9 September 2026 dengan frekuensi empat kali dalam sepekan, yakni setiap Senin, Rabu, Jumat, dan Minggu. Tiket telah dipasarkan sejak 3 Juli 2026 dengan harga mulai Rp2.999.000.
Chief Executive Officer TransNusa Group, Datuk Bernard Francis, mengatakan pembukaan jalur penerbangan ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang perusahaan dalam memperluas jaringan internasional sekaligus menjawab meningkatnya permintaan perjalanan intra-kawasan Asia Tenggara.
“Dengan diluncurkannya rute baru ini, TransNusa kini telah mengoperasikan empat penerbangan internasional terjadwal dari Bali, yakni ke Perth (Australia), Singapura, Guangzhou (China), dan kini Phuket (Thailand),” ujar Datuk Bernard Francis.
Menurutnya, Bali memiliki posisi strategis sebagai pintu gerbang wisata Indonesia yang berpotensi berkembang menjadi pusat konektivitas regional.
Selain memperkuat sektor pariwisata, kehadiran rute langsung menuju Phuket juga diproyeksikan membuka peluang baru bagi aktivitas bisnis, perdagangan, hingga pertukaran budaya antara Indonesia dan Thailand. Kedua destinasi dinilai memiliki karakteristik yang saling melengkapi, mulai dari kekuatan sektor pariwisata hingga berkembangnya komunitas pekerja digital (digital nomads) yang semakin membutuhkan akses perjalanan yang efisien.
Datuk Bernard menilai tren perjalanan regional saat ini menunjukkan perubahan perilaku wisatawan yang semakin tertarik mengunjungi beberapa destinasi dalam satu kawasan dalam satu kali perjalanan.
“Selain mendukung sektor pariwisata, layanan baru ini juga diharapkan dapat mempererat hubungan ekonomi antara Indonesia dan Thailand melalui peningkatan perjalanan bisnis serta memperkuat hubungan antarmasyarakat kedua negara,” jelasnya.
Peluncuran Bali–Phuket juga melanjutkan agenda ekspansi TransNusa pada paruh kedua 2026. Sebelumnya, maskapai tersebut telah mengumumkan pembukaan rute Jakarta–Bangkok yang dijadwalkan mulai beroperasi pada 6 Agustus 2026. Dengan demikian, dalam waktu berdekatan TransNusa telah memperkenalkan dua jalur internasional baru sebagai bagian dari penguatan jaringan di kawasan Asia.
Datuk Bernard mengungkapkan bahwa perusahaan masih menyiapkan sejumlah rute baru yang akan diperkenalkan hingga akhir tahun.
“Para penumpang dapat menantikan sejumlah peluncuran rute penerbangan internasional maupun domestik baru sebelum akhir tahun 2026. Langkah ini merupakan bagian dari strategi TransNusa untuk terus memperkuat Bali sebagai salah satu hub internasional kami,” katanya.
Pada operasionalnya, penerbangan 8B 541 akan lepas landas dari Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, pukul 08.50 WITA dan tiba di Bandara Internasional Phuket pukul 11.50 waktu setempat. Sementara penerbangan kembali 8B 542 dijadwalkan berangkat dari Phuket pukul 13.50 waktu setempat dan tiba kembali di Bali pukul 18.50 WITA.
Rute berdurasi sekitar empat jam tersebut akan dilayani menggunakan Airbus A320 berkapasitas 174 kursi.
Dari sisi layanan, TransNusa menawarkan tiga pilihan produk penerbangan, yakni SEAT, SEAT-PLUS, dan FLEXI-PRO, yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan berbagai segmen pelanggan. Paket dasar SEAT mencakup bagasi tercatat hingga 20 kilogram dan bagasi kabin 7 kilogram, sedangkan FLEXI-PRO menawarkan nilai tambah berupa bagasi 30 kilogram, pilihan kursi tanpa biaya tambahan, makanan dan minuman, prioritas boarding, fleksibilitas perubahan jadwal tanpa batas, hingga fasilitas pengembalian dana.
Langkah ekspansi ini menunjukkan bagaimana maskapai nasional mulai memanfaatkan momentum meningkatnya mobilitas regional di Asia Tenggara. Di tengah persaingan industri aviasi yang semakin kompetitif, strategi memperkuat jaringan internasional sekaligus menjadikan Bali sebagai hub penerbangan dinilai dapat membuka peluang pertumbuhan baru, tidak hanya bagi TransNusa, tetapi juga bagi sektor pariwisata dan ekonomi nasional secara lebih luas. (*/san)
