JAKARTA, VISTA.CO.ID – Upaya mencegah stunting tidak hanya dilakukan melalui pemenuhan kebutuhan gizi, tetapi juga dengan memastikan tumbuh kembang anak dipantau sejak dini. Hal tersebut menjadi salah satu pesan yang disampaikan dalam Gebyar Posyandu yang digelar Bogasari bersama Indofood Nutrition di Kelurahan Lagoa, Kecamatan Koja, Jakarta Utara.
Kegiatan yang berlangsung Kamis (17/9/2026) tersebut melibatkan sekitar 200 balita dari 28 Posyandu. Para orang tua mendapatkan edukasi mengenai gizi, pola asuh, serta pentingnya melakukan pemantauan kesehatan anak secara berkala.
Dokter Achmad Zani Agusfar, Sp.OG., Subsp. Obginsos, yang menjadi narasumber talk show kesehatan, mengatakan orang tua perlu mengetahui apakah pertumbuhan dan perkembangan anak telah sesuai dengan usianya.
“Orang tua perlu mengetahui apakah pertumbuhan dan perkembangan anak sudah sesuai dengan usianya. Selain pemenuhan kebutuhan gizi, pola asuh yang tepat juga berperan dalam mendukung tumbuh kembang anak,” ujar dr. Achmad.

Ia menambahkan, pemantauan sejak dini memungkinkan adanya gangguan tumbuh kembang untuk segera diketahui dan ditindaklanjuti. Karena itu, keberadaan Posyandu dinilai penting sebagai salah satu sarana pemantauan kesehatan anak di tingkat masyarakat.
Gebyar Posyandu tersebut merupakan bagian dari program CSR PT Indofood Sukses Makmur Tbk melalui Bogasari dan Indofood Nutrition. Kegiatan di Lagoa tahun ini merupakan pelaksanaan yang ketiga kalinya.
Vice President Human Resources Divisi Bogasari, Anwar, mengatakan Bogasari telah menjalankan Gebyar Posyandu sejak 2017. Program tersebut ditujukan untuk memberikan edukasi pencegahan stunting dan kasus balita Bawah Garis Merah (BGM).
Tak hanya menggelar kegiatan edukasi, Bogasari juga melakukan pembinaan Posyandu melalui berbagai program. Di antaranya pelatihan kewirausahaan pengolahan makanan dan budidaya tanaman hidroponik yang ditujukan untuk membantu membangun Posyandu mandiri.
Dalam Gebyar Posyandu 2026, edukasi dikemas melalui berbagai kegiatan interaktif. Ibu-ibu PKK mengikuti lomba pembuatan PMT, sedangkan anak-anak mengikuti Lomba Balita Sehat dan Aktif, lomba merangkak, serta Baby Soccer.

Yuyun Wahyudi mengatakan kegiatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk memanfaatkan Posyandu. “Kami berharap masyarakat semakin aktif datang ke Posyandu, angka stunting dapat ditekan, dan orang tua semakin memahami pentingnya pemenuhan gizi serta pola asuh dalam mendukung tumbuh kembang anak,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Ines Hayayunia, warga RW 05 Kelurahan Lagoa. Ia mengaku mendapatkan pemahaman lebih mengenai persoalan tumbuh kembang anak melalui kegiatan tersebut.
“Kami sebagai orang tua jadi paham masalah tumbuh kembang anak, terutama untuk mencegah stunting sejak dini. Di wilayah Lagoa masih banyak balita, jadi orang tua perlu memahami bagaimana memberikan gizi dan pola asuh yang tepat,” ungkap Ines. (*/san)
