SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Advertisement Advertisement
VistaTravel
Beranda » VistaTravel » Teh Tarik di Bugis Street

Teh Tarik di Bugis Street

Penjaja teh tarik di Bugis Street Singapura
Penjaja teh tarik di Bugis Street Singapura. (Foto - Herman Wijaya)

Oleh: Herman Wijaya

Teh tarik adalah minuman manis yang terbuat dari teh hitam dan susu kental manis. Minuman ini populer di Asia Tenggara, terutama di Malaysia, Singapura, dan Indonesia.  

Disebut teh tarik karena cara pembuatannya yang “ditarik-tarik” (pulled). Teh dalam teko dituangkan ke dalam mug besar dengan jarak yang cukup jauh antara teko dan mugnya, kadang sampai satu meter. 

Kebiasaan seperti itu sudah dilakukan sejak dulu kala oleh perajin teh di kedai India ketika membuat minuman teh tarik. Teh dan susu dituangkan melalui udara antara dua cangkir, terus-menerus sampai mencapai tekstur yang kaya dan berbusa. 

Pembuat teh tarik yang terampil bagaikan seniman, tidak pernah menumpahkan setetes pun teh yang sedang dibuatnya. 

TransNusa Perkuat Jaringan Beyond Bali, Wisatawan Australia Bisa Terhubung ke 11 Destinasi Indonesia

Penjaja teh tarik di Bugis Street Singapura
Penjaja teh tarik di Bugis Street Singapura. (Foto – Herman Wijaya)

Lebih dari sekadar kecakapan memainkan pertunjukan dan tradisi, menuangkan teh tarik melalui udara bermaksud untuk mendinginkan teh dan menghasilkan lapisan berbusa di permukaan minuman. 

Minuman ini banyak dijual oleh para orang Orang India di Malaysia  dan Orang India di Singapura, sehingga minuman ini seperti menjadi minuman nasional negara tersebut. 

Di Indonesia, minuman ini dapat ditemukan di beberapa tempat di Indonesia, antara lain, di Riau, Kepulauan Riau, Sumatera Utara, dan Aceh – di Aceh disebut sebagai teh tarek. 

Di depan Masjid Sultan, Kampung Gelam, Bugis Street, Singapura, ada sebuah kedai teh tarik yang sangat laris. Pengunjung harus antri untuk membeli teh tarik di kedai tersebut. 

Penjaja teh tarik di Bugis Street Singapura.
Penjaja teh tarik di Bugis Street Singapura. (Foto – Herman Wijaya)

Di depan kedai tersebut ada sebuah gerobak dan pembuat teh tarik yang memperlihatkan kemahirannya membuat teh tarik, sehingga menjadi tontonan oleh wisatawan yang membeli teh tarik darinya. 

Traveloka Catat Lonjakan Pemesanan Wisata Religi ke Mekkah Hingga Tren Destinasi Baru Asia di Q3 2026

Cara membuat minuman seperti itu bukan sesuatu yang aneh, terutama di kedai-kedai kopi milik orang Aceh. Tetapi itulah cara Singapura, menjual hal sederhana untuk menarik perhatian wisatawan. 

Bugis Street merupakan destinasi wisata yang diminati oleh para turis. Jalan-jalan di depan Masjid Sultan, telah disulap menjadi tempat kuliner dan penjualan cenderamata yang tetap ramai hingga malam hari. (Red/***)

Bagikan Artikel

VistaTekno






VistaOto






Berita Populer

01

75 Tahun Seminari Stella Maris Bogor: Alumni Gelar Reuni Lintas Angkatan di Yogyakarta

02

Film Unfaithful 2: Richard Gere dan Diane Lane, Perselingkuhan Lama Bersemi Kembali

03

SSB Kemayoran 17 FC dan SSB Garecs Juara U-9 dan U-11 di EYSC 2025

04

Tante Sonya Tak Sekadar Kisah Romansa, WeTV Bidik Penonton Global

05

Esporto Youth Soccer Championship 2025 Diikuti 10 Tim SSB di Jakarta

06

Ramon Tanque Ingin Cetak Gol Pertama ke Gawang Dewa United

07

SilverStream Solusi Cepat untuk Perawatan dan Penyembuhan Luka

08

Paviliun Raden Saleh Hadir Sebagai Hotel di Kawasan TIM Cikini

09

Pameran SIAL Interfood 2025 di JIExpo Kemayoran, Ini Rangkaian Acara Menariknya 

Pilihan Editor