SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Advertisement Advertisement
VistaTainment
Beranda » VistaTainment » Tak Cuma Andalkan Teknik Vokal, Sheera Dalami Makna Lirik “Luka Terakhir”

Tak Cuma Andalkan Teknik Vokal, Sheera Dalami Makna Lirik “Luka Terakhir”

foto dok. trinity optima production
foto dok. trinity optima production

JAKARTA, VISTA.CO.ID – Sheera mendapat tantangan baru setelah menyelesaikan perjalanannya sebagai juara tiga The Icon Indonesia. Melalui single perdana “Luka Terakhir”, penyanyi tersebut dituntut tidak hanya mengandalkan kemampuan vokal, tetapi juga memahami dan menyampaikan emosi yang terkandung dalam setiap lirik.

“Luka Terakhir” resmi dirilis dan menjadi Original Soundtrack (OST) sinetron terbaru SCTV, “Cinta Seluas Samudra”. Lagu tersebut diciptakan oleh Alam Urbach dan Gedalya Petra Einstein.

Untuk membangun karakter vokalnya dalam lagu tersebut, Sheera menjalani proses produksi bersama vocal director Irvnat. Arahan yang diberikan tidak hanya berkaitan dengan teknik vokal, tetapi juga bagaimana memahami makna dari setiap kata.

Proses tersebut menjadi pengalaman berbeda bagi Sheera yang sebelumnya lebih banyak menghadapi situasi kompetisi. Dalam “Luka Terakhir”, ia memiliki ruang lebih luas untuk menerjemahkan cerita melalui interpretasi vokal yang personal.

“Luka Terakhir” sendiri bercerita tentang seseorang yang ingin kembali merasakan cinta, tetapi masih memiliki rasa takut akibat pengalaman yang membuatnya terluka.

Tak Cuma Hantu, Film Horor Indonesia Kini Eksplorasi Trauma hingga Ketakutan Psikologis

Sheera mengaku salah satu lirik yang paling menarik perhatiannya adalah, “Sumpah ingin cinta, rindu rasa di peluk, tapi takut.”

“Kalimat tersebut sederhana tapi menggambarkan konflik yang besar,” kata Sheera.

Ia melihat lirik tersebut sebagai gambaran kondisi seseorang yang ingin dicintai dan memiliki teman untuk berbagi cerita, tetapi belum sepenuhnya berani membuka diri karena pengalaman masa lalu.

Karakter musik yang emosional kemudian menjadi ruang bagi Sheera untuk menunjukkan sisi vokalnya. Tantangannya adalah membuat emosi tersebut tidak hanya dirasakan oleh dirinya saat bernyanyi, tetapi juga dapat diterima oleh pendengar.

Bagi Sheera, lagu tersebut juga memiliki pesan mengenai proses pemulihan. Rasa takut untuk kembali mencintai bukan sesuatu yang harus disembunyikan, karena setiap orang dapat memiliki waktu berbeda untuk memulihkan diri.

Fany Sulf Raih Dream Ticket Usai Tunjukkan Kemampuan Dangdut dan R&B di Main Drama Casting**

“Aku berharap ketika para pendengar mendengarkan ‘Luka Terakhir’, mereka bisa merasa bahwa mereka tidak sendirian dalam menghadapi perasaan seperti ini,” ujarnya.

Single perdana tersebut menjadi langkah awal Sheera setelah kompetisi The Icon Indonesia. Ia berharap “Luka Terakhir” tidak hanya memperkenalkan karakter vokalnya, tetapi juga dapat menjadi lagu yang memiliki kedekatan emosional dengan pendengarnya.

“Semoga lagu ini bisa menjadi pengingat bahwa tidak apa-apa kalau kita masih takut, dan tidak apa-apa untuk kita melangkah pelan-pelan,” ungkap Sheera.

“Luka Terakhir” kini tersedia di seluruh platform musik digital, sementara video visualizernya dapat disaksikan melalui kanal YouTube Trinity Optima Production. (*/san)

Jonas Rivanno dan Adinda Azani Semakin Romantis di Sinetron Cinta Seluas Samudra
Bagikan Artikel

VistaTekno






VistaOto






Berita Populer

01

75 Tahun Seminari Stella Maris Bogor: Alumni Gelar Reuni Lintas Angkatan di Yogyakarta

02

SSB Kemayoran 17 FC dan SSB Garecs Juara U-9 dan U-11 di EYSC 2025

03

Film Unfaithful 2: Richard Gere dan Diane Lane, Perselingkuhan Lama Bersemi Kembali

04

Esporto Youth Soccer Championship 2025 Diikuti 10 Tim SSB di Jakarta

05

Tante Sonya Tak Sekadar Kisah Romansa, WeTV Bidik Penonton Global

06

Ramon Tanque Ingin Cetak Gol Pertama ke Gawang Dewa United

07

SilverStream Solusi Cepat untuk Perawatan dan Penyembuhan Luka

08

Paviliun Raden Saleh Hadir Sebagai Hotel di Kawasan TIM Cikini

09

Komunitas SAMBAL Apresiasi Eco-Craft Display 2026, Perkuat Ekosistem Kreatif Berkelanjutan

Pilihan Editor