JAKARTA, VISTA.CO.ID – Menghadirkan karya sastra melalui pertunjukan lintas seni menjadi cara Renny Djajoesman Enterprise untuk memperkenalkan puisi kepada generasi muda. Melalui pagelaran bertajuk Syair Bumi, Renny mengajak sejumlah seniman dan artis lintas generasi untuk membawakan karya lima penyair besar Indonesia.
Pagelaran ini akan menghadirkan nama-nama seniman yang telah dikenal di dunia hiburan dan seni pertunjukan, seperti Neno Warisman, Ratih Sanggarwati, Inggrid Wijarnako, Tio Pakusadewo, Olivia Zalanty, Wiwiek Sipala, Renny Djajoesman, hingga maestro tari Indonesia.
Selain itu, komedian Cak Lontong dan Siska Yudhistira Massardi juga turut meramaikan pertunjukan. Jose Rizal Manua akan terlibat sebagai pembaca puisi sekaligus sutradara dalam pagelaran tersebut.
Renny Djajoesman selaku penyelenggara mengatakan, pertunjukan ini tidak hanya menghadirkan pembacaan puisi secara konvensional, tetapi juga memadukan seni tari dan musik rap agar lebih menarik bagi penonton generasi Z.
Menurutnya, literasi sastra perlu diperkenalkan melalui pendekatan yang menyenangkan sehingga pelajar dan mahasiswa dapat menikmati sekaligus mengenal lebih dekat karya para penyair Indonesia.
“Pertunjukkan yang menyasar Gen Z ini agar mereka mengapresiasi karya sastra dengan pertunjukan yang enak didengar dan enak dilihat,” kata Renny.
Salah satu penampilan yang menjadi daya tarik adalah keterlibatan grup MAC atau Musik Anak Cendrawasih, kelompok musik asal Jayapura, Papua, yang dikenal melalui genre hip hop, R&B, dan reggae.
Grup yang beranggotakan tujuh personel tersebut akan membawakan karya Sutarji Calzoum Bachri dengan pendekatan musik rap. Konsep ini menjadi salah satu bentuk eksplorasi baru dalam mempertemukan puisi dengan musik populer.
MAC sendiri mulai dikenal luas melalui singel Cuma Saya yang viral di TikTok dan berbagai platform musik digital. Grup yang terbentuk pada 2016 dari sekelompok teman sekolah ini juga pernah tampil dalam upacara HUT ke-78 Republik Indonesia di Istana Merdeka pada Agustus 2023.
Selain itu, mereka pernah tampil di panggung Wonderful Indonesia Stage dalam ajang Java Jazz Festival 2025 di JIExpo Kemayoran, Jakarta.
Sementara itu, Ratih Sanggarwati menjadi salah satu seniman yang mendapat apresiasi khusus dari Renny. Menurutnya, Ratih tidak hanya dikenal sebagai peragawati, tetapi juga memiliki pengalaman dalam dunia teater dan seni peran sejak 1981.
Adapun lima penyair yang karyanya diangkat dalam Syair Bumi adalah WS Rendra, Taufik Ismail, Gus Mus atau KH Ahmad Mustofa Bisri, Sutarji Calzoum Bachri, serta Yudhistira ANM Massardi.
Rangkaian pertunjukan akan dimulai di Teater Kecil Taman Ismail Marzuki, Jakarta, pada Kamis, 12 November 2026, pukul 19.00-20.30 WIB. Selanjutnya, acara dijadwalkan berlangsung di Gedung Cak Durasim, Genteng Kali, Surabaya, pada 24 November 2026, pukul 13.00-15.00 WIB.
Renny berharap Syair Bumi dapat menyambangi 10 kota di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Untuk kota-kota lainnya, jadwal pertunjukan akan disesuaikan dengan koordinasi bersama dinas kebudayaan setempat.
Menariknya, kegiatan literasi seni budaya ini dapat dinikmati masyarakat secara gratis, dengan sasaran utama pelajar dan mahasiswa. Penyelenggaraan acara mendapat dukungan PT Freeport Indonesia, Kementerian Kebudayaan RI, Dinas Kebudayaan DKI Jakarta, serta pihak Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
Melalui keterlibatan seniman dari berbagai latar belakang, Syair Bumi diharapkan menjadi wadah apresiasi sastra sekaligus membuka ruang kolaborasi antara seni tradisional, teater, tari, dan musik modern. (*/san)
