TANGERANG, VISTA.CO.ID – Poltekkes Kemenkes Banten memperkuat peran perguruan tinggi dalam memberikan manfaat langsung kepada masyarakat melalui program pengabdian kepada masyarakat bersama RUMAT. Kolaborasi tersebut menjadi kelanjutan dari kerja sama sebelumnya dalam mendukung kegiatan penelitian dan pengambilan sampel pasien RUMAT.
Kali ini, kolaborasi diarahkan pada pendampingan pasien dengan ulkus kaki diabetik, melalui program bertema “Upaya Pemulihan Ulkus Kaki Diabetik melalui Senam Kaki dengan Pendampingan Berbasis Keluarga.”
Program tersebut dilaksanakan bersama tiga unit RUMAT, yakni RUMAT Cipondoh, RUMAT Cibodas, dan RUMAT Tangerang.
Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk implementasi Tridarma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat. Melalui kegiatan tersebut, pengetahuan dan hasil pendidikan di lingkungan perguruan tinggi tidak berhenti di ruang kelas maupun laboratorium, tetapi diterapkan untuk membantu meningkatkan kemampuan masyarakat dalam menjaga kesehatan.
Program pendampingan dirancang untuk memberikan edukasi sekaligus meningkatkan keterampilan pasien dan keluarga dalam melakukan perawatan kaki pada kondisi diabetes, khususnya bagi pasien yang mengalami ulkus kaki diabetik.
Salah satu fokus utama kegiatan adalah membangun kebiasaan melakukan senam kaki diabetik minimal 10 menit setiap hari selama enam minggu. Konsistensi latihan kemudian diperkuat dengan pemantauan melalui media komunikasi digital berupa grup WhatsApp.
Pendekatan berbasis keluarga menjadi aspek penting dalam program tersebut. Keluarga tidak hanya ditempatkan sebagai pendamping pasien, tetapi juga diharapkan berperan aktif dalam mengingatkan serta memberikan dukungan agar pasien konsisten menjalankan latihan dan perawatan di rumah.
Kegiatan ini dipimpin oleh Venny Patricia, S.Pd., M.Kes. selaku ketua tim pengabdian. Dalam pelaksanaannya, Venny didukung oleh tim dosen yang terdiri atas Nurmeily Rachmawati, S.Pd., M.Si. dan Marlin Brigita L., S.Kep.Ners., M.Kep.
Dari sisi kemitraan, RUMAT menjadi mitra pelaksana dalam kegiatan tersebut. Kolaborasi antara institusi pendidikan dan mitra layanan kesehatan ini memperlihatkan bagaimana kegiatan akademik dapat dikembangkan menjadi program yang memiliki dampak langsung bagi pasien dan keluarga.
Bagi dunia pendidikan kesehatan, model seperti ini juga memberikan ruang bagi dosen untuk mengimplementasikan kompetensi akademiknya sekaligus memperkuat pengalaman mahasiswa dan institusi dalam memahami kebutuhan kesehatan masyarakat.
Dengan demikian, kerja sama Poltekkes Kemenkes Banten dan RUMAT tidak hanya berorientasi pada penelitian, tetapi berkembang menuju kegiatan edukasi, pendampingan, serta pemberdayaan pasien dan keluarga. (*/san)
