KOTA TANGERANG, VISTA.CO.ID – Pondok Tasawuf Underground di Ciputat menjadi ruang belajar yang berbeda akhir pekan ini. Bersama Unis Tangerang dan Pewarta Foto Indonesia, komunitas punk dan anak jalanan mendapatkan pelatihan literasi digital dan fotografi jurnalistik melalui pendekatan photovoice.
Pelatihan ini disambut hangat oleh pengasuh Pondok Tasawuf Underground, Halim Ambiya, yang menilai kegiatan tersebut memberikan pengalaman baru bagi komunitas yang selama ini lebih sering menjadi objek penelitian.
“Biasanya kami yang menjadi objek penelitian. Kali ini kami menjadi partisipan dan terlibat dalam pembuatan foto. Jadi ini terobosan yang sangat bagus dan memang kami butuhkan,” ujar Halim.
Menurut Halim, keterampilan fotografi yang diperoleh peserta dapat menjadi bekal untuk meningkatkan kemandirian dan membuka peluang baru di masa depan. Ia berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut agar anggota komunitas semakin percaya diri dan produktif.
Selama dua hari pelatihan, peserta belajar mengenali elemen visual, menyusun cerita melalui foto, hingga mendokumentasikan realitas sosial di sekitar mereka. Proses tersebut membuat peserta lebih peka terhadap lingkungan dan persoalan yang mereka hadapi sehari-hari.
Ketua Tim Peneliti Photovoice Unis Tangerang, Ade Irfan Abdurahman, menegaskan bahwa tujuan utama kegiatan ini adalah menciptakan perubahan sosial melalui dialog dan advokasi berbasis pengalaman nyata partisipan.
“Kami ingin peserta tidak hanya memiliki keterampilan teknis, tetapi juga kesadaran bahwa suara mereka penting untuk didengar masyarakat,” kata Ade.
Dengan dukungan berbagai pihak, pelatihan photovoice di Pondok Tasawuf Underground diharapkan menjadi langkah awal lahirnya karya-karya visual yang mampu memperkuat pemberdayaan komunitas sekaligus memperluas partisipasi sosial kelompok marjinal di Tangerang Selatan. (*/san)
