JAKARTA, VISTA.CO.ID – Unit musik alternatif asal Jakarta, mpq, kembali melanjutkan kolaborasi kreatif bersama Fahreza Aditya dalam pengerjaan visual album penuh kedua mereka, Dignified Losers. Dirilis pada 23 Oktober 2026, album berisi sembilan lagu tersebut mengangkat tema kekalahan, ketidakpastian, cinta, dan duka sebagai bagian dari pengalaman manusia dalam menghadapi kehidupan.
Keterlibatan Fahreza Aditya bukan hal baru bagi mpq. Ia telah menjadi kolaborator sejak awal perjalanan band, termasuk dalam pengerjaan artwork album debut mereka yang pernah masuk nominasi kategori Best Album Artwork dalam sebuah ajang penghargaan musik Indonesia pada 2019.
Kembalinya Fahreza dalam proyek ini meneruskan hubungan kreatif yang telah terbangun selama perjalanan mpq. Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya band untuk menghadirkan identitas visual yang sejalan dengan gagasan musikal dalam Dignified Losers.
Album kedua ini sendiri berangkat dari pemahaman mpq bahwa kekalahan tidak selalu identik dengan kegagalan. Dalam kehidupan, seseorang dapat menghadapi banyak situasi yang tidak sesuai harapan, tetapi tetap memiliki kesempatan untuk bertahan dan menentukan langkah berikutnya.
“Menurut kami kayanya kita tuh harus tahu gimana caranya kalah tanpa kehilangan kendali atas diri sendiri,” ungkap mpq dalam keterangan mereka.
Pemikiran tersebut menjadi fondasi konseptual album. Melalui sembilan lagu, mpq mengolah pengalaman tentang ketidakpastian, cinta, dan kehilangan menjadi refleksi mengenai kemampuan manusia untuk tetap bergerak tanpa harus sepenuhnya menyerah pada keadaan.
mpq diperkuat Abram Dionisius dan Daniel Hasudungan pada gitar, Alit Djarot sebagai vokalis, Rakaputra pada bas, serta Rakha Suryandaru pada drum. Mereka mengembangkan tema album melalui rangkaian lagu yang menyoroti pergulatan emosional dan harapan kecil untuk menemukan kemenangan di tengah keadaan sulit.
Sebelum album penuh dirilis, mpq telah memperkenalkan “Not for Anyone Else” pada Juli, “Someplace Sometime Somehow” pada Agustus, dan “Goodbye Everest” yang menampilkan Nabila Hanina pada September 2026. Ketiga single tersebut memberikan gambaran awal mengenai arah musikal album.
Perjalanan mpq juga bersinggungan dengan dunia perfilman. “Someplace Sometime Somehow” digunakan sebagai original soundtrack film Hasut garapan Ilya Sigma yang dirilis pada 8 Oktober 2026. Sementara itu, “Musim Baru” sebelumnya menjadi bagian dari film pendek Autosave karya Imanuel Bolaman yang tayang perdana di New York Asian Film Festival 2026.
Hubungan antara musik dan visual menjadi bagian menarik dalam perkembangan karya mpq. Melalui kolaborasi bersama Fahreza Aditya, band ini kembali merawat kesinambungan identitas kreatif yang telah dimulai sejak album debut.
Pada akhirnya, Dignified Losers tidak hanya berbicara mengenai kekalahan, tetapi juga tentang bagaimana seseorang menjaga dirinya agar tidak kehilangan arah. Gagasan tersebut menjadi inti dari album yang mengajak pendengar menerima kenyataan tanpa berhenti mencari kemungkinan baru.
Dengan dirilisnya album kedua ini, mpq kembali menegaskan pendekatan bermusik yang menggabungkan eksplorasi alternatif dan refleksi emosional. Dignified Losers menjadi catatan perjalanan mereka dalam memaknai kekalahan sebagai bagian dari hidup, sekaligus pengingat bahwa bertahan pun dapat menjadi sebuah pencapaian. (*/san)
