KOTA TANGERANG, VISTA.CO.ID – Kamar tidur sering dianggap sebagai ruang untuk beristirahat. Namun, pengamatan IKEA Indonesia menunjukkan bahwa fungsi ruang tersebut dapat jauh lebih beragam, terutama ketika kebutuhan keluarga mengalami perubahan.
Temuan tersebut menjadi bagian dari pembahasan IKEA Indonesia bersama Wonderwhy SEA melalui Clean Sleeper, tema yang melihat hubungan antara kebiasaan masyarakat Asia Tenggara, kehidupan di rumah, serta waktu beristirahat.
Berdasarkan pengamatan IKEA Home Visit, kamar anak dalam sejumlah keluarga tidak selalu langsung digunakan sebagai tempat tidur. Meski anak telah memiliki kamar sendiri sejak usia sekitar lima tahun, ruang tersebut bisa menjadi tempat bermain, belajar, hingga menyimpan barang.
Anak juga masih dapat tidur bersama orang tua meskipun kamar pribadi sudah tersedia.
Situasi tersebut memperlihatkan bahwa fungsi sebuah ruang tidak selalu mengikuti label awalnya. Kebutuhan penghuni justru dapat menentukan bagaimana ruang digunakan dari waktu ke waktu.
“Kami tidak ingin orang terus menyesuaikan hidupnya dengan perabot. Justru perabot yang perlu mengikuti perubahan hidup mereka,” ujar Ardan Hanafi, Country Home Furnishing & Retail Design Manager IKEA Indonesia.
Hal yang sama dapat ditemukan di kamar orang dewasa. Pakaian, tas, buku, aksesori, dan barang pribadi dapat berada di sekitar tempat tidur atau lemari ketika kebutuhan penyimpanan tidak sesuai dengan jumlah dan jenis barang yang dimiliki.
Menurut IKEA, persoalan tersebut tidak selalu berarti seseorang memiliki terlalu banyak barang. Setiap barang yang disimpan bisa memiliki fungsi maupun nilai personal.
“Kami tidak ingin mendefinisikan rumah yang baik dari seberapa sedikit barang yang ada di dalamnya. Kami ingin membantu orang menggunakan ruangnya dengan lebih baik,” kata Ardan.
Karena itu, sistem penyimpanan menjadi salah satu bagian penting dalam menciptakan ruang yang dapat beradaptasi.
Salah satu solusi yang ditawarkan adalah sistem PAX. Pengguna dapat mengatur kombinasi ruang gantung, rak, laci, dan berbagai aksesori sesuai jenis barang yang dimiliki.
IKEA juga menghadirkan LASTARE sebagai pilihan penyimpanan yang dapat digunakan untuk beragam kebutuhan di rumah.
Selain furnitur, area yang sering kali tidak dimanfaatkan secara maksimal juga dapat digunakan. Dinding dan ruang di bawah tempat tidur, misalnya, dapat menjadi lokasi penyimpanan tambahan.
Pendekatan tersebut memungkinkan kamar dan ruang lainnya berubah mengikuti aktivitas penghuni. Ruang yang awalnya digunakan untuk satu kegiatan dapat menyesuaikan ketika kebutuhan keluarga berubah.
Di sisi lain, Clean Sleeper melihat bahwa kualitas waktu istirahat juga berkaitan dengan kebiasaan sehari-hari. Wonderwhy SEA menyoroti bagaimana ritme kerja, kehidupan sosial, lingkungan tempat tinggal, dan penggunaan layar dapat memengaruhi waktu seseorang beristirahat.
Artinya, ruang tidur tidak dapat dipisahkan dari pola kehidupan yang berlangsung di luar kamar.
IKEA kemudian mencoba menerjemahkan pemahaman tersebut ke dalam solusi rumah yang lebih fleksibel.
“Ketika kebutuhan keluarga berubah, kami ingin desain kami membantu mereka menjalani hari-hari dengan lebih mudah,” tutur Ardan.
Melalui pendekatan ini, IKEA menempatkan furnitur bukan sekadar sebagai benda yang mengisi ruangan, tetapi sebagai bagian dari sistem rumah yang dapat mengikuti perubahan kehidupan penghuninya.
