JAKARTA, VISTA.CO.ID – Penyanyi Maysha Jhuan kembali menyapa pendengar lewat single terbaru berjudul “Kamu Doang”. Lagu yang dirilis di bawah naungan My Music Records tersebut menjadi karya spesial karena untuk pertama kalinya Maysha menulis lagunya sendiri dari nol.
“Kamu Doang” mengangkat cerita tentang seseorang yang berusaha menyangkal perasaan cintanya sendiri. Berangkat dari pengalaman dan cerita yang dekat dengan kehidupan, lagu tersebut menggambarkan sosok perempuan yang sempat menutup diri setelah mengalami pengalaman kurang menyenangkan dalam urusan cinta.
Menurut Maysha, karakter perempuan dalam lagu tersebut sebenarnya mulai merasakan kehadiran cinta baru. Namun, pengalaman masa lalu membuatnya sulit mempercayai perasaan tersebut.
“Cewek ini masih denial. Dia overwhelmed sama semua keadaan yang ada, bingung apakah perasaan ini beneran ada atau enggak, karena dia sudah bertekad tidak mau jatuh cinta lagi. Tapi orang ini terus-menerus bikin dia makin yakin, wait, dia agak beda,” ujar Maysha Jhuan.
Cerita tersebut kemudian dipadukan dengan karakter pribadi Maysha. Ia mengaku sifat keras kepala dan gengsi yang dimilikinya turut menjadi inspirasi dalam membangun cerita “Kamu Doang”.
Sebagai seorang Taurus, Maysha merasa tema mengenai sulitnya mengakui perasaan sangat dekat dengan dirinya. Bahkan, ia menggambarkan gengsinya sebagai sesuatu yang begitu tinggi ketika berhadapan dengan persoalan cinta.
“Semua situasinya sebenarnya udah mendukung aku buat jatuh cinta. Tapi cuma gara-gara gengsi yang sudah setinggi langit, setembok-tembok China, aku jadi takut dan nggak mau mengakuinya,” tambah Maysha.
Dari sisi musik, Maysha memilih warna Japanese city pop yang groovy, upbeat, dan easy listening. Pilihan tersebut membuat cerita tentang penyangkalan cinta justru terdengar ceria dan ringan.
“Aku sudah lama banget nggak ngerilis lagu upbeat. Begitu instrumental city pop digabungkan dengan semua elemen musiknya, langsung nge-blend banget, langsung berasa ini lagunya,” ungkapnya.
“Kamu Doang” juga menjadi langkah baru dalam perjalanan bermusik Maysha karena proses penulisannya dilakukan bersama Roommate Project yang terdiri dari Raymond Aditya dan Aldi Fachrobby.
Lagu ini diharapkan dapat menjadi teman bagi pendengar yang pernah mengalami dilema serupa, terutama mereka yang sulit mengakui perasaan karena trauma maupun gengsi. (*/san)
