TANGSEL, VISTA.CO.ID – Bagaimana jika sebuah ruangan tidak dipaksa untuk memiliki satu fungsi? Pertanyaan tersebut menjadi salah satu gagasan di balik Ruang Candramawa, hasil kolaborasi IKEA Indonesia bersama musisi dan penulis lagu Danilla.
Diluncurkan di IKEA Alam Sutera pada Kamis, 20 Agustus 2026, Ruang Candramawa menghadirkan interpretasi mengenai kehidupan sehari-hari dan proses kreatif Danilla.
Inspirasi utama roomset ini berasal dari album terbaru Danilla, Candramawa, yang dirilis pada 5 Juni 2026. Album tersebut terdiri atas delapan lagu yang mengangkat cerita mengenai pengalaman, kehilangan, dan upaya berdamai dengan hal-hal yang tidak dapat diubah.
Namun, IKEA tidak menerjemahkan album tersebut dengan membuat sebuah studio musik khusus.
Sebaliknya, IKEA mengamati bagaimana Danilla menjalani proses kreatif bersama rekan-rekannya. Dalam proses menciptakan musik, terdapat waktu untuk bereksperimen, mendengarkan, berdiskusi, mencari gagasan, hingga berhenti sejenak.
Alfinda Krista Rahardyana, Interior Design Leader IKEA Indonesia, menjelaskan bahwa pendekatan tersebut menjadi dasar dalam merancang Ruang Candramawa.
Ia menilai proses kreatif Danilla menarik karena tidak selalu berlangsung dengan pola yang sama. Ada banyak interaksi dan perubahan yang terjadi sepanjang proses pembuatan musik.
Karena itu, Ruang Candramawa dibuat dengan beberapa area yang dapat mendukung aktivitas berbeda. Pengunjung dapat menemukan ruang untuk bekerja, berbincang, berkumpul, hingga menikmati waktu sendiri.
Konsep tersebut juga mencerminkan pengalaman Danilla ketika menggarap album Candramawa bersama Lafa Pratomo dan Otta Tarrega.
Ketiganya menjalani sesi kreatif secara intens. Ide musik berkembang melalui proses saling mendengarkan dan memberikan tanggapan terhadap apa yang sedang dikerjakan.
Danilla menggambarkan proses tersebut sebagai pengalaman yang penuh interaksi. Ketika dirinya mencoba vokal, Lafa dan Otta dapat memberikan respons secara langsung. Begitu pula saat keduanya bereksperimen dengan gitar atau keys.
Pengalaman tersebut membuat Danilla melihat adanya kesamaan antara proses kreatifnya dan konsep ruang yang dihadirkan IKEA.
“Ruangnya tidak terasa seperti dibuat untuk satu kegiatan saja. Ada ruang untuk bekerja, mengobrol, mencoba sesuatu, atau sekadar duduk dan melihat ke mana prosesnya berjalan,” kata Danilla.
Untuk memperkuat karakter ruang, IKEA menggunakan palet warna monokrom, pencahayaan berlapis, material dengan tekstur, serta berbagai elemen personal.
Elemen-elemen tersebut tidak hanya berfungsi sebagai dekorasi, tetapi juga membantu menciptakan suasana ruang yang fleksibel dan dapat mengikuti perubahan aktivitas penggunanya.
Muhammad Taufiqurrakhman, Country Marketing Manager IKEA Indonesia, mengatakan kolaborasi dengan Danilla memberikan perspektif baru dalam melihat hubungan antara kreativitas dan ruang.
Menurutnya, IKEA tidak sekadar mengambil inspirasi dari karya Danilla, tetapi juga mencoba memahami cara sang musisi menjalani proses kreatif.
Melalui pendekatan tersebut, Ruang Candramawa menjadi representasi bahwa sebuah ruang dapat mengikuti kebutuhan penggunanya. Ruang untuk bekerja dapat berubah menjadi tempat berdiskusi, menikmati musik, mencari ide, atau sekadar mengambil jeda.
Kolaborasi IKEA Indonesia dan Danilla ini pun mempertemukan dua dunia yang berbeda, yaitu musik dan desain interior. Candramawa yang berangkat dari pengalaman personal dan proses kreatif Danilla diterjemahkan menjadi ruang yang dekat dengan aktivitas sehari-hari.
Ruang Candramawa saat ini dapat dikunjungi di IKEA Alam Sutera, IKEA Kota Baru Parahyangan, dan IKEA Ciputra World Surabaya. (*/san)
