JAKARTA, VISTA.CO.ID – Dangdut akan menjadi warna utama dalam penyelenggaraan Jakarta Dessert Week 2026. Festival yang telah memasuki tahun kedelapan itu menghadirkan konsep berbeda dengan menjadikan musik khas Indonesia tersebut sebagai inspirasi dalam berbagai aktivitas festival.
Tema “Dangdut” akan diterjemahkan ke dalam kreasi hidangan penutup, dekorasi, pertunjukan seni, hingga identitas visual yang memberi pengalaman baru bagi para pengunjung.
Co-Founder Jakarta Dessert Week, Manpalagupta Sitorus, menjelaskan bahwa pemilihan tema tersebut merupakan upaya menghadirkan festival yang lebih dekat dengan budaya masyarakat Indonesia.
“Kami ingin menghadirkan festival yang bukan hanya tentang makanan penutup, tetapi juga menjadi ruang kolaborasi antara kuliner, musik, seni, dan desain sehingga memberi pengalaman yang lebih kaya bagi pengunjung,” ujar Manpalagupta.
Sejak pertama kali digelar pada 2019, Jakarta Dessert Week terus berkembang dan kini menjadi bagian dari GADO GADO Cultural Network, jaringan berbagai festival kreatif nasional yang juga hadir di Medan dan Bandung.
Selain memperkuat ekosistem industri kreatif di dalam negeri, festival ini juga diproyeksikan menjadi media promosi gastronomi Indonesia ke dunia internasional melalui jejaring diplomatik Indonesia.
Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya mengatakan gastronomi dapat menjadi salah satu instrumen diplomasi budaya Indonesia.
“Pengenalan gastronomi dapat menjadi bagian dari soft diplomacy Indonesia. Melalui jejaring kedutaan, Jakarta Dessert Week bisa menjadi etalase ekonomi kreatif Indonesia di mata dunia,” ungkap Teuku Riefky.
Kolaborasi dengan Direktorat Musik juga tengah dijajaki agar nuansa dangdut benar-benar hadir dalam berbagai rangkaian acara. Langkah ini diharapkan menjadikan Jakarta Dessert Week sebagai festival kuliner yang mampu mempertemukan cita rasa, budaya, dan musik Indonesia dalam satu panggung kreatif. (*/san)
