JAKARTA, VISTA.CO.ID – GE Vernova membawa beragam topik teknologi energi dalam ajang Enlit Asia 2026 yang digelar di Indonesia Convention Exhibition (ICE), BSD City, Jakarta, pada 22–24 September 2026. Sebagai Gold Sponsor, GE Vernova akan mengikutsertakan sejumlah pakarnya dalam rangkaian diskusi mengenai masa depan sistem ketenagalistrikan di Asia.
Berbagai teknologi dan strategi yang berkaitan dengan kebutuhan energi kawasan akan menjadi materi pembahasan. Mulai dari pembangkitan listrik yang fleksibel, modernisasi jaringan, pemanfaatan kecerdasan buatan, teknologi nuklir mutakhir, hingga strategi dekarbonisasi akan dibahas selama konferensi.
Salah satu topik teknologi yang dihadirkan adalah BWRX-300, sebuah teknologi Small Modular Reactor (SMR). Patrick J. Looney, Senior Vice President, Advanced Nuclear Market Development, GE Vernova Hitachi Nuclear Energy, dijadwalkan membawakan materi mengenai teknologi tersebut dalam sesi Knowledge Hub pada Selasa, 22 September.
Pada hari yang sama, David Hutagalung, Director, Business Development, Asia, GE Vernova, akan menyampaikan materi mengenai peta jalan strategis untuk transisi energi dan ketahanan jaringan. Sementara Rony Chacko, Principal Architect – APAC, GE Vernova, dijadwalkan membahas penerapan AI/ML untuk virtualisasi dan ketahanan jaringan listrik.
GE Vernova juga akan mengangkat isu pengurangan jejak karbon pada jaringan listrik tegangan tinggi. Steven Gong, Sales Leader and High-Voltage Switchgear Product Specialist Leader, APAC, akan membahas upaya menghilangkan SF6 dan meminimalkan jejak karbon pada jaringan listrik tegangan tinggi.
Kebutuhan energi bagi pusat data yang berkembang seiring meningkatnya penggunaan AI turut menjadi perhatian. Dalam sesi Knowledge Hub pada Rabu, 23 September, Ihab Chaaban, Global Data Centers & Hydrogen Commercialization Director, GE Vernova, dijadwalkan membawakan materi “AI Data Centers Time to Power”.
Rangkaian diskusi tersebut sejalan dengan tema Enlit Asia 2026, yakni “Powering Regional Sovereignty, Securing Energy Systems Resilience”. Ajang ini mempertemukan pelaku industri energi untuk membahas bagaimana ASEAN dapat memperkuat ketahanan sistem energi sekaligus menyediakan pasokan listrik yang andal dan terjangkau.
GE Vernova saat ini beroperasi di berbagai bagian rantai nilai ketenagalistrikan, mulai dari pembangkitan menggunakan sumber energi seperti angin dan gas hingga solusi transmisi, distribusi, serta perangkat lunak. Secara global, perusahaan memiliki sekitar 59.000 turbin angin dan 7.000 turbin gas, sementara operasionalnya di Asia didukung sekitar 18.000 karyawan yang tersebar di lebih dari 22 negara. (*/san)
