JAKARTA, VISTA.CO.ID – Batik kini semakin lekat dengan gaya fashion generasi muda. Jika sebelumnya lebih sering digunakan dalam acara formal, kain dan motif batik kini dapat dikreasikan menjadi berbagai gaya yang cocok untuk bekerja, kuliah, hangout hingga aktivitas sehari-hari.
Menjelang Hari Batik Nasional pada 2 Oktober, tren tersebut semakin terlihat melalui beragam pilihan desain yang memadukan unsur tradisional dan gaya modern. Generasi muda dapat memilih motif, warna, serta potongan busana sesuai dengan karakter dan kebutuhan masing-masing.
Salah satu cara mengenakan batik dengan gaya kasual adalah memadukan kemeja batik oversized dengan jeans dan sneakers. Pilihan lain bisa berupa outer batik yang dipadukan dengan tank top dan wide-leg pants.
Tidak hanya pakaian, kain batik juga dapat dikreasikan menjadi rok, scarf, maupun aksesori. Sementara dress batik dapat dipadukan dengan blazer atau sneakers untuk menciptakan tampilan yang lebih santai.
Melihat semakin luasnya eksplorasi batik di kalangan anak muda, Shopee melalui Shopee Pilih Lokal menggelar Festival Batik Nusantara mulai 25 September hingga 2 Oktober 2026.
Kampanye tersebut menghadirkan lebih dari 100 batik pilihan dengan harga mulai Rp50 ribu serta diskon hingga 50 persen. Berbagai brand lokal dikurasi untuk menghadirkan produk yang membawa karakter budaya Indonesia sekaligus menyesuaikan kebutuhan fesyen masa kini.
Menurut Daniel Minardi, Director of Business Partnership Shopee Indonesia, perubahan cara generasi muda menggunakan batik menunjukkan bahwa warisan budaya tersebut terus berkembang.
“Kami melihat semakin banyak generasi muda yang mengekspresikan kecintaan mereka terhadap Indonesia dengan cara yang kreatif, termasuk melalui gaya berpakaian,” kata Daniel.
Koleksi dalam Festival Batik Nusantara mencakup kebaya, wastra Nusantara, atasan, bawahan, dress, hingga aksesori bermotif batik. Produk yang tersedia juga hadir dengan beragam pendekatan desain, mulai dari motif bernuansa heritage hingga interpretasi kontemporer.
Batik juga dapat dijadikan statement piece dalam sebuah penampilan. Motif yang lebih bold, warna tertentu, atau siluet kontemporer dapat menjadi pusat perhatian tanpa menghilangkan karakter budaya yang melekat pada batik.
Daniel mengatakan Festival Batik Nusantara diharapkan dapat menjadi ruang bagi masyarakat untuk menemukan berbagai pilihan batik lokal berkualitas. Di saat yang sama, kampanye tersebut juga menjadi bagian dari dukungan terhadap kreativitas brand lokal Indonesia.
Dengan semakin banyaknya pilihan dan cara memadukan batik, generasi muda memiliki ruang lebih luas untuk mengenakan warisan budaya tersebut sesuai gaya personal. Batik pun dapat terus hadir dalam keseharian tanpa harus kehilangan nilai budaya yang melekat di dalamnya. (*/san)
