JAKARTA, VISTA.CO.ID – Indonesia menunjukkan antusiasme tinggi terhadap perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Laporan Digital 2027: Indonesia yang dirilis We Are Social bersama Meltwater pada 5 November 2026 mencatat sebanyak 94,9 persen pengguna internet berusia 16 tahun ke atas telah menggunakan perangkat AI dalam satu bulan terakhir.
Angka tersebut menempatkan Indonesia di posisi keempat tertinggi di antara negara-negara yang masuk dalam laporan. Temuan ini memperlihatkan bahwa teknologi AI semakin dikenal dan dimanfaatkan untuk mendukung berbagai aktivitas masyarakat.
Pemanfaatannya pun tidak terbatas pada pencarian informasi. AI mulai digunakan untuk berbagai kebutuhan kreatif, termasuk membantu menghasilkan maupun menyempurnakan konten visual.
Laporan tersebut mencatat sebanyak 43,7 persen pengguna AI di Indonesia telah memanfaatkan teknologi ini untuk membuat atau menyempurnakan gambar maupun video. Sementara itu, ChatGPT dan Google Gemini masing-masing telah digunakan oleh hampir separuh pengguna internet di Tanah Air.
Meski tingkat pemanfaatannya tinggi, kepercayaan dan kenyamanan masyarakat dalam menggunakan AI ternyata masih memiliki ruang untuk berkembang.
Sebanyak 47,2 persen pengguna internet Indonesia meyakini AI memberikan manfaat bagi masyarakat. Persentase tersebut menjadi yang tertinggi di antara negara-negara yang tercakup dalam laporan. Namun, tingkat kenyamanan menggunakan AI secara langsung baru mencapai 28,3 persen atau masih berada di bawah rata-rata global.
Temuan tersebut menunjukkan bahwa masyarakat memiliki optimisme terhadap potensi AI, tetapi belum sepenuhnya merasa nyaman menjadikannya sebagai bagian dari aktivitas sehari-hari.
APAC Vice President of Enterprise Sales Meltwater, Mimrah Mahmood, menilai perkembangan teknologi digital di Indonesia memperlihatkan perpaduan antara tingginya antusiasme dan proses pembentukan kepercayaan.
“Secara keseluruhan, kita melihat masyarakat Indonesia telah menjadikan teknologi digital sebagai bagian dari keseharian, meski kepercayaan terhadap teknologi tersebut masih terus berkembang,” ujar Mimrah.
Ia juga menyoroti bahwa masyarakat semakin mempertimbangkan kredibilitas informasi yang ditemukan melalui berbagai platform digital, termasuk ketika memanfaatkan teknologi baru.
Seiring meningkatnya penggunaan AI dalam pencarian informasi, pembelajaran, dan aktivitas kreatif, transparansi serta pemanfaatan teknologi secara bertanggung jawab menjadi semakin penting.
Bagi perusahaan dan pelaku industri digital, kondisi tersebut menjadi peluang untuk mengembangkan layanan berbasis AI yang tidak hanya inovatif, tetapi juga mudah dipahami dan mampu memberikan rasa aman kepada penggunanya.
Melalui laporan Digital 2027: Indonesia, We Are Social dan Meltwater memperlihatkan bahwa perjalanan transformasi digital Indonesia tidak hanya ditentukan oleh tingkat adopsi teknologi, tetapi juga oleh kemampuan berbagai pihak membangun kepercayaan masyarakat terhadap inovasi tersebut. (*/san)
