SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Advertisement Advertisement
VistaNews
Beranda » VistaNews » Profesi May Fong dan Gajinya yang Aduhai 

Profesi May Fong dan Gajinya yang Aduhai 

May Fong (63 tahun), warganegara Malaysia, yang berprofesi merawat bayi dan perempuan yang baru melahirkan. (Foto - Herman Wijaya)
May Fong (63 tahun), warganegara Malaysia, berprofesi merawat bayi dan perempuan yang baru melahirkan. (Foto - Herman Wijaya)

Oleh: Herman Wijaya

Ada satu pekerjaan unik di Singapura, yakni merawat bayi dan perempuan yang baru melahirkan. Pekerjaan ini tidak bisa dilakukan sembarang orang, karena memerlukan keahlian khusus. 

Sang perawat bukan saja harus pandai menangani anak yang baru lahir, tetapi juga melayani ibu dari si bayi. 

Selama 2 minggu, bayi yang baru dilahirkan tidur bersamanya. Dia akan terjaga begitu sang bayi bangun, dan segera menyiapkan ASI dari ibu si bayi yang sudah ditampung di kantong khusus. 

Intinya selama 2 minggu sang bayi berada di bawah pengawasannya. Tugas sang pengasuh mulai dari menyiapkan susu, memandikan bayi, membuat sang bayi bersendawa setelah minum susu, juga mencuci pakaian sang bayi, termasuk menangani sang bayi buang air. Ibu si bayi sama sekali tidak dibiarkan mengurus anak. 

Pengusaha dan Politisi Rachmat Gobel Meninggal Dunia di Usia 63 Tahun

Perawatan terhadap ibu si bayi juga berada di tangannya. Pengasuh itu juga akan memasak makanan untuk sang ibu yang baru melahirkan, dengan menu yang khusus dibuatnya. 

Kadang dia memasak satu ekor ayam dengan rempah-rempah yang harus dihabiskan dalam sekali makan oleh perempuan yang baru melahirkan. 

Ayah kandung sang pengasuh bayi, yang penulis temui tengah bekerja pada sebuah keluarga di Tampines, adalah seorang sinshe. 

Ketika ayahnya masih ada, May Fong, sang pengasuh bayi tersebut sering membantu ayahnya meracik obat-obatan tradisional Cina. 

Setelah 2 minggu, barulah sang ibu boleh menggendong dan menyusui bayinya. Tetapi bayinya masih tidur bersama sang pengasuh. 

PWI Pusat Berduka: Wartawan Senior H. Diapari Sibatangkayu Wafat

May Fong (63 tahun) adalah warganegara Malaysia. Tetapi ia sering dipakai jasanya di Singapura. Nama May Fong dikenal dari mulut ke mulut dalam sebuah keluarga besar di Singapura. Bila ada anggota keluarga tersebut melahirkan, May Fong dipanggil. 

Untuk keahliannya itu, May Fong menerima bayaran cukup besar: 1000 Singapore dolar per minggu. Jika kurs dolar Singapura Rp.12.000, berarti memperoleh bayaran Rp12 juta per minggu. 

Belum lama ini, ketika melayani sebuah keluarga muda di Tampines, May Fong bekerja selama 5 minggu. Jadi bayaran yang diterimanya sebanyak 5.000 S$. Lebih dari Rp60 juta! 

May Fong sebenarnya diminta untuk memperpanjang masa kerjanya seminggu lagi. Tetapi nenek bercucu 3 ini — salah satu anaknya juga tinggal dan bekerja di Singapura — tidak bersedia. 

“Bulan depan saya sudah harus berangkat liburan ke Cina,” katanya. 

CORE Media Discussion: Tahun yang Berat Untuk Keuangan Daerah

May Fong biasanya hanya menangani satu keluarga yang melahirkan setiap tahun, karena dia juga harus mengurus cucunya di Malaysia. 

Tetapi setiap habis bekerja, dia pergi liburan ke luar negeri. Dia mengaku pernah menghadiri acara Waisak di Candi Borobudur, beberapa tahun lalu. 

Bagi orang Indonesia, demi menyambut anjuran Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia, Abdul Kadir Karding dan Wakil Gubernur Jakarta, Rano Karno agar orang Indonesia bekerja di luar negeri untuk mengatasi pengangguran, profesi seperti yang dijalani May Fong patut dipelajari. 

Gajinya sangat menggiurkan, dibanding hanya menjadi TKW yang menjadi asisten rumah tangga. 

Pejabat juga sebaiknya jangan asal ngomong. Didiklah masyarakat dengan baik, agar mendapat pekerjaan yang lebih baik dari sekedar menjadi ART atau pekerja kasar lainnya. (Red/***)

Bagikan Artikel

VistaTekno






VistaOto






Berita Populer

01

75 Tahun Seminari Stella Maris Bogor: Alumni Gelar Reuni Lintas Angkatan di Yogyakarta

02

SSB Kemayoran 17 FC dan SSB Garecs Juara U-9 dan U-11 di EYSC 2025

03

Film Unfaithful 2: Richard Gere dan Diane Lane, Perselingkuhan Lama Bersemi Kembali

04

Esporto Youth Soccer Championship 2025 Diikuti 10 Tim SSB di Jakarta

05

SilverStream Solusi Cepat untuk Perawatan dan Penyembuhan Luka

06

Ramon Tanque Ingin Cetak Gol Pertama ke Gawang Dewa United

07

Komunitas SAMBAL Apresiasi Eco-Craft Display 2026, Perkuat Ekosistem Kreatif Berkelanjutan

08

Pameran SIAL Interfood 2025 di JIExpo Kemayoran, Ini Rangkaian Acara Menariknya 

09

Paviliun Raden Saleh Hadir Sebagai Hotel di Kawasan TIM Cikini

Pilihan Editor