JAKARTA, VISTA.CO.ID – Pesta belanja tanggal kembar 11.11 menjadi momentum yang dinantikan masyarakat untuk mendapatkan berbagai penawaran menarik. Namun, di balik maraknya promo dan diskon, pengguna juga perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai modus penipuan digital yang berpotensi merugikan secara finansial.
Melihat kondisi tersebut, DANA mengingatkan masyarakat agar lebih cermat saat bertransaksi di tengah tingginya aktivitas belanja online. Sejumlah modus yang perlu diwaspadai antara lain penawaran promo palsu, tautan phishing, hingga pesan yang mengatasnamakan layanan pelanggan.
Direktur Komunikasi DANA Indonesia, Olavina Harahap, membagikan tiga tips utama agar masyarakat dapat berbelanja secara lebih aman selama periode promo tanggal kembar.
Tips pertama adalah memastikan transaksi dan pembayaran tetap dilakukan melalui platform resmi. Pengguna perlu berhati-hati jika penjual mengajak beralih ke WhatsApp atau pesan langsung (DM) dengan iming-iming diskon tambahan maupun stok khusus, kemudian meminta pembayaran melalui transfer langsung.
Transaksi di luar aplikasi dapat membuat pengguna kehilangan perlindungan yang disediakan platform, seperti mekanisme penahanan dana hingga barang diterima dan fitur pengembalian dana. Modus semacam ini juga ditemukan dalam transaksi barang preloved serta item game online, termasuk akun, skin, dan item khusus.
Tips kedua, jangan sembarangan membuka file atau tautan yang dikirim melalui pesan dengan alasan mengecek resi, bukti pembayaran, maupun informasi pengiriman paket.
Pada periode belanja online, pelaku penipuan kerap memanfaatkan kebiasaan masyarakat yang sedang menunggu kiriman barang dengan mengirimkan file berformat APK atau tautan yang menyerupai informasi resmi kurir. Jika file berbahaya tersebut terpasang, pelaku berpotensi mengakses informasi di ponsel, termasuk pesan SMS yang memuat kode OTP.
Karena itu, pengguna disarankan memeriksa status pengiriman hanya melalui aplikasi belanja atau situs resmi perusahaan kurir. Sebagai perlindungan tambahan, DANA juga menerapkan Smart Friction, yaitu verifikasi tambahan yang muncul ketika sistem mendeteksi aktivitas akun dengan indikasi risiko lebih tinggi.
Tips ketiga adalah mewaspadai layanan pelanggan palsu, terutama ketika pengguna sedang mengurus pengembalian dana atau menyampaikan keluhan. Pelaku dapat menghubungi pengguna melalui media sosial dengan mengaku sebagai customer service DANA, kemudian meminta data pribadi atau mengarahkan korban mengikuti instruksi tertentu.
Pengguna sebaiknya memastikan identitas pihak yang menghubungi melalui kanal resmi DANA atau memanfaatkan fitur Scam Checker. DANA juga mengingatkan bahwa customer service resminya tidak pernah meminta PIN, OTP, maupun akses ke perangkat atau layar pengguna.
Selain mengedukasi masyarakat, DANA mengajak pengguna segera melaporkan aktivitas mencurigakan melalui DIANA atau Pusat Resolusi yang tersedia di aplikasi. Laporan tersebut dapat ditindaklanjuti melalui saluran resmi perusahaan.
Melalui program DANA 11.11 yang berlangsung pada 1–11 November 2026, pengguna memang dapat menikmati beragam penawaran, mulai dari voucher Rp11 hingga kesempatan memperoleh hadiah total miliaran rupiah melalui DANAPoly.
Namun, pengalaman berbelanja yang menyenangkan tetap perlu diimbangi dengan kewaspadaan. Dengan memastikan keaslian promo, menjaga kerahasiaan data pribadi, serta bertransaksi melalui kanal resmi, pengguna dapat mengurangi risiko menjadi korban kejahatan finansial digital. (*/san)
