SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Advertisement Advertisement
VistaTainment
Beranda » VistaTainment » Zavada, Peserta 13 Tahun di Main Drama Casting, Pukau Expert dengan Tangisan Natural Meski Belum Raih Dream Ticket

Zavada, Peserta 13 Tahun di Main Drama Casting, Pukau Expert dengan Tangisan Natural Meski Belum Raih Dream Ticket

foto dok. mdtv
foto dok. mdtv

JAKARTA, VISTA.CO.ID – Berusia 13 tahun tidak menghalangi Emanuella Amira Zavada untuk mengeksplorasi bakatnya di industri hiburan. Peserta yang akrab disapa Zavada ini menunjukkan kemampuan bernyanyi dan berakting dalam Main Drama Casting episode ke-27, meski harus menerima sejumlah masukan untuk menyempurnakan penampilannya.

Zavada telah menekuni dunia tarik suara sejak berusia tiga tahun. Berasal dari keluarga Batak, ia terbiasa menyanyikan lagu-lagu yang dekat dengan latar belakang keluarganya. Kini, ia ingin mengembangkan kemampuannya dengan mencoba dunia akting, didampingi kedua orang tuanya yang hadir memberikan dukungan selama proses casting.

Pada tahap awal, Zavada membawakan lagu Batak yang mengandung pesan rasa terima kasih kepada ibu. Penampilannya mendapatkan respons positif dari juri, terutama dari sisi kualitas vokal. Ia kemudian diminta menyanyikan lagu berbahasa Indonesia sebelum menghadapi tantangan akting yang menguji kemampuan mengelola emosi.

Dalam salah satu adegan, Zavada harus memerankan anak yang merasa kecewa ketika mengetahui ibunya akan memiliki anak lagi. Tantangan tersebut mengharuskannya memperlihatkan perubahan emosi dari kemarahan menuju kesedihan.

Juri melihat Zavada mempunyai kekuatan emosi yang cukup baik. Namun, ia masih perlu belajar mengendalikan perubahan perasaan agar ekspresi yang ditampilkan tidak terkesan terburu-buru. Evaluasi tersebut menjadi bagian dari proses pembelajaran bagi peserta muda yang ingin mengembangkan kemampuan akting secara lebih serius.

mpq Gandeng Fahreza Aditya untuk Visual Dignified Losers, Lanjutkan Kolaborasi Kreatif Sejak Album Debut

Setelah melewati tahap awal, Zavada melanjutkan penilaian di hadapan para expert. Ia kembali mendapatkan tantangan bernyanyi, kali ini dengan lagu dangdut, meskipun mengaku lebih terbiasa membawakan lagu pop.

Para expert memberikan penilaian positif terhadap kualitas suara dan teknik bernyanyinya. Meski demikian, Zavada dinilai masih perlu memperdalam pemahaman terhadap makna lagu agar mampu menyampaikan pesan dan emosi secara lebih utuh kepada pendengar.

Tantangan berlanjut ke bidang akting. Zavada diminta memerankan seorang murid yang mendapat teguran dari guru karena hasil ujiannya kurang memuaskan. Dalam adegan tersebut, Shan Riyadi, aktor yang dikenal lewat serial Suara Hati, turut berperan sebagai guru yang berinteraksi langsung dengannya.

Zavada mampu membangun suasana emosional hingga menangis dengan cukup natural. Penampilan itu menjadi salah satu momen penting dalam proses penilaiannya karena memperlihatkan potensi penghayatan karakter. Namun, ia tetap perlu mengembangkan kemampuan menyampaikan dialog dan membangun karakter secara lebih matang.

Hasil akhir dari para expert memberikan Zavada dua suara yes dan dua suara no. Ia belum berhasil mendapatkan Dream Ticket pada kesempatan tersebut. Meski begitu, kesempatan untuk mengikuti casting ulang tetap terbuka, sehingga perjalanan Zavada belum berakhir.

Fannita Siapkan Kejutan Musik Baru Usai Rilis “JADI AKU (SEKALI SAJA)”, Bakal Lebih Mendalam dan Emosional

Pengalaman ini menjadi kesempatan bagi Zavada untuk memahami bahwa kemampuan bernyanyi dan berakting membutuhkan proses latihan yang berkelanjutan. Bakat yang dimiliki dapat menjadi modal awal, tetapi penguasaan teknik, pendalaman karakter, dan pengendalian emosi juga perlu terus diasah.

Episode ke-27 Main Drama Casting turut menghadirkan Jihan Sherlyn dan Lorenzo Gibbs bersama Shan Riyadi sebagai juri tamu. Ketiganya merupakan pemeran serial drama produksi MD Entertainment, Suara Hati, yang tayang di Netflix sejak 9 Oktober 2026 dan MDTV sejak 10 Oktober 2026, setiap hari pukul 20.00 WIB.

Melalui tantangan langsung dan masukan dari para pelaku industri, program ini memberikan kesempatan kepada peserta untuk mengenali kekuatan serta kekurangan mereka. Bagi Zavada, belum meraih Dream Ticket bukan berarti kehilangan peluang, melainkan menjadi dorongan untuk terus belajar dan mempersiapkan diri menghadapi kesempatan berikutnya. (*/san)

Bagikan Artikel

VistaTekno






VistaOto






Berita Populer

01

75 Tahun Seminari Stella Maris Bogor: Alumni Gelar Reuni Lintas Angkatan di Yogyakarta

02

SSB Kemayoran 17 FC dan SSB Garecs Juara U-9 dan U-11 di EYSC 2025

03

Film Unfaithful 2: Richard Gere dan Diane Lane, Perselingkuhan Lama Bersemi Kembali

04

Tante Sonya Tak Sekadar Kisah Romansa, WeTV Bidik Penonton Global

05

Esporto Youth Soccer Championship 2025 Diikuti 10 Tim SSB di Jakarta

06

Ramon Tanque Ingin Cetak Gol Pertama ke Gawang Dewa United

07

SilverStream Solusi Cepat untuk Perawatan dan Penyembuhan Luka

08

Paviliun Raden Saleh Hadir Sebagai Hotel di Kawasan TIM Cikini

09

Pameran SIAL Interfood 2025 di JIExpo Kemayoran, Ini Rangkaian Acara Menariknya 

Pilihan Editor