SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Advertisement Advertisement
VistaTainment
Beranda » VistaTainment » “Pertiwi” Yura Yunita Tak Punya Satu Makna, Pendengar Diajak Menemukannya Sendiri

“Pertiwi” Yura Yunita Tak Punya Satu Makna, Pendengar Diajak Menemukannya Sendiri

foto dok. ig@yurayunita
foto dok. ig@yurayunita

JAKARTA, VISTA.CO.ID – Yura Yunita memberikan ruang luas bagi pendengar untuk menafsirkan karya terbarunya. Melalui single “Pertiwi”, Yura tidak ingin publik terpaku pada satu pesan tertentu.

Lagu tersebut mengangkat pengalaman emosional tentang keberanian untuk bersuara setelah terlalu lama memilih diam.

Di dalamnya terdapat berbagai emosi yang saling berkelindan, seperti takut, marah, kecewa dan keberanian. Semua perasaan tersebut kemudian dirangkai menjadi perjalanan menuju keputusan untuk tidak lagi memendam apa yang ingin disampaikan.

“Pertiwi” ditulis oleh Donne Maula dengan notasi dari Yura Yunita. Iwan Popo dipercaya sebagai produser musik yang menghadirkan aransemen megah, tetapi tidak mengambil alih ruang emosional yang menjadi kekuatan utama lagu.

Vokal Yura terdengar kuat sekaligus menyimpan kerentanan. Karakter tersebut membuat lagu terasa seperti suara seseorang yang masih diliputi ketakutan, tetapi memilih untuk tetap berdiri dan berbicara.

Suara Hati Hadir Setiap Hari, Kisah Masa Lalu Dewi Perssik dan Konflik Keluarga Kian Menarik

Makna “Pertiwi” pun dapat berubah bergantung pada siapa yang mendengarkannya.

Ada yang mungkin merasakan lagu tersebut sebagai cerita tentang ketidakadilan. Pendengar lainnya bisa menghubungkannya dengan sosok ibu, perempuan yang lama memilih diam, atau persoalan yang sebenarnya terjadi dalam diri sendiri.

Yura sengaja membiarkan ruang tersebut terbuka.

“Dengarkan dan nikmati saja lagu dan video musiknya. Cari ruang yang sedikit sunyi, biarkan lagunya selesai. Lalu tunggu beberapa detik dalam hening,” tutur Yura.

Video musik “Pertiwi” juga dirilis bersamaan dengan audionya. Dalam proyek tersebut, Yura berkolaborasi dengan Kathleen Malay sebagai sutradara dan Siko Setyanto sebagai koreografer.

Setelah “Kelingan Mantan”, Lissa V Siapkan Lagu Dangdut Baru yang Asyik untuk Joget

Visual tersebut semakin memperkuat atmosfer emosional yang dibangun melalui musik.

Bagi Yura, keberanian bukan selalu tentang berbicara dengan suara paling keras. Ada kalanya keberanian justru hadir ketika seseorang masih gemetar dan takut, tetapi memutuskan untuk tidak mundur.

“Pertiwi” akhirnya menjadi ruang bagi setiap pendengar untuk menemukan cerita mereka sendiri. Bisa jadi tentang dunia di sekitar, orang lain, atau sesuatu yang selama ini tersimpan jauh di dalam diri. (*/san)

Bagikan Artikel

VistaTekno






VistaOto






Berita Populer

01

75 Tahun Seminari Stella Maris Bogor: Alumni Gelar Reuni Lintas Angkatan di Yogyakarta

02

Film Unfaithful 2: Richard Gere dan Diane Lane, Perselingkuhan Lama Bersemi Kembali

03

SSB Kemayoran 17 FC dan SSB Garecs Juara U-9 dan U-11 di EYSC 2025

04

Tante Sonya Tak Sekadar Kisah Romansa, WeTV Bidik Penonton Global

05

Esporto Youth Soccer Championship 2025 Diikuti 10 Tim SSB di Jakarta

06

Ramon Tanque Ingin Cetak Gol Pertama ke Gawang Dewa United

07

SilverStream Solusi Cepat untuk Perawatan dan Penyembuhan Luka

08

Paviliun Raden Saleh Hadir Sebagai Hotel di Kawasan TIM Cikini

09

Pameran SIAL Interfood 2025 di JIExpo Kemayoran, Ini Rangkaian Acara Menariknya 

Pilihan Editor