JAKARTA, VISTA.CO.ID – PT Bank DBS Indonesia resmi menjadi pemegang saham pengendali PT DBS Vickers Sekuritas Indonesia (DBSVI) setelah mengakuisisi 99 persen saham perusahaan sekuritas tersebut.
Transaksi pengambilalihan saham DBSVI ditandai dengan penandatanganan Akta Jual Beli saham pada 1 September 2026. Dalam transaksi tersebut, Bank DBS Indonesia bertindak sebagai pembeli, sementara 1 persen saham DBSVI lainnya tetap dimiliki oleh DBS Vickers Securities Holdings Pte Ltd.
Langkah ini sekaligus menandai terbentuknya Konglomerasi Keuangan DBS di Indonesia yang terdiri atas Bank DBS Indonesia dan DBS Vickers Sekuritas Indonesia.
Dalam struktur tersebut, Bank DBS Indonesia akan bertindak sebagai Perusahaan Induk Konglomerasi Keuangan (PIKK) Operasional, sedangkan DBSVI menjadi anggota Konglomerasi Keuangan DBS.
Presiden Direktur PT Bank DBS Indonesia, Lim Chu Chong, mengatakan pembentukan konglomerasi tersebut menjadi tonggak penting bagi perkembangan Bank DBS di Indonesia.
“Terwujudnya Konglomerasi Keuangan DBS merupakan tonggak penting dalam perjalanan Bank DBS di Indonesia. Langkah ini mencerminkan komitmen kami untuk terus memperkuat struktur organisasi, tata kelola, serta pengelolaan risiko yang terintegrasi sesuai dengan ketentuan regulator,” ujar Lim.
Ia menambahkan, sinergi antara layanan perbankan dan pasar modal diharapkan mampu menghadirkan solusi finansial yang lebih komprehensif bagi nasabah.
Pembentukan Konglomerasi Keuangan DBS tersebut merupakan bagian dari tahapan pembentukan PIKK yang mengacu pada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Nomor 30 Tahun 2024 tentang Konglomerasi Keuangan dan Perusahaan Induk Konglomerasi Keuangan.
Sementara itu, Plt. Presiden Direktur DBS Vickers Sekuritas Indonesia, Andreas Oen, menyebut dukungan Grup DBS akan membuka peluang bagi DBSVI untuk memperluas kapabilitasnya di Indonesia.
“Pembentukan Konglomerasi Keuangan DBS menandai babak baru dalam perjalanan DBSVI di Indonesia. Dukungan yang semakin kuat dari Grup DBS memungkinkan kami untuk memperluas kapabilitas, meningkatkan kualitas layanan, serta semakin berperan dalam mendukung perkembangan pasar modal Indonesia,” kata Andreas.
Kehadiran DBSVI dalam konglomerasi tersebut diharapkan memperkuat sinergi layanan perbankan, treasury, pasar modal, dan investasi dalam satu ekosistem keuangan yang lebih terintegrasi. (*/san)
