SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Advertisement Advertisement
VistaStyle
Beranda » VistaStyle » Migi Rihasalay dan Wisnu Aji, Sukses Hadirkan Koleksi “Mawar Hitam” di Face of Indonesia 2026

Migi Rihasalay dan Wisnu Aji, Sukses Hadirkan Koleksi “Mawar Hitam” di Face of Indonesia 2026

Migi Rihasalay dan Wisnu Aji selepas memamerkan koleksi mereka bertajuk "Mawar Hitam" di ajang Grand Finale Face of Indonesia 2026 di She La Vie Grand Ballroom, Alam Sutera, Serpong, Tangerang Selatan, Sabtu (27/6/2026). (Foto - Rezagrapher)

TANGERANG SELATAN, VISTA.CO.ID – Desainer Migi Rihasalay bersama Wisnu Aji sukses memukau hadirin – saat memamerkan koleksi mereka bertajuk “Mawar Hitam” – dalam ajang Grand Finale Face of Indonesia 2026 di She La Vie Grand Ballroom, Alam Sutera, Serpong, Tangerang Selatan, Sabtu (27/6/2026).

Kolaborasi Migi Migi Rihasalay bersama Wisnu Aji ini menyajikan narasi mendalam tentang keberanian, perjuangan, dan proses berdarah-darah untuk mencapai sebuah mekaran sejati. 

Kedua desainer tersebut berhasil menerjemahkan filosofi tersebut ke dalam setiap helai busana yang ditampilkan di atas runway.

Migi Rihasalay menjelaskan bahwa konsep “Mawar Hitam yang sedang berdarah” merefleksikan Tuhan yang memberikan banyak ujian, namun di dalamnya tersimpan keberanian untuk menjadi kuat. 

“Darah yang menyertai simbol mawar hitam ini, kami interpretasikan sebagai wujud nyata dari perjuangan panjang yang harus dilalui oleh para pejuang bangsa hingga saat ini,” kata Migi.

Andrew James Garap Film Sang Legenda Balap Indonesia Tinton Soeprapto, Libatkan Sineas Hollywood

“Tema ini diangkat untuk memberikan penghormatan kepada mereka yang telah berjuang mengharumkan nama Indonesia,” lanjutnya.

Koleksi “Mawar Hitam” hasil kolaborasi desainer Migi Rihasalay dan Wahyu Aji dalam ajang Grand Finale Face of Indonesia 2026 di She La Vie Grand Ballroom, Alam Sutera, Serpong, Tangerang Selatan, Sabtu (27/6/2026). (Foto – Rezagrapher)

Kembali dijelaskan Migi, detail koleksi ini sangat diperhatikan, bahkan setelah sebelumnya pernah ditampilkan dalam peragaan busana lain, kini karya mereka kreasikan ulang secara spesifik untuk ajang Face of Indonesia. 

“Ornamen bunga tetap menjadi elemen kunci yang membantu memperkuat narasi visual, sejalan dengan filosofi perjuangan yang ingin disampaikan,” katanya.

“Selain itu, pemilihan empat ikonik dalam koleksi ini memiliki kesinambungan kuat dengan pesan bahwa setiap orang membutuhkan perjuangan untuk dapat mekar,” tambahnya.

Wisnu Aji turut menyampaikan bahwa kolaborasi ini lahir dari perjuangan masing-masing desainer yang kemudian disatukan menjadi sebuah representasi rasa di hati mereka. 

Ellyanie Van Den Noort Meriahkan Malam Amal untuk Korban Banjir Sumatra di Belanda

Ia menekankan bahwa karya yang tercipta adalah manifestasi dari perjalanan hidup yang penuh tantangan, yang kemudian diwujudkan dalam sebuah tarian visual melalui busana. Momen kolaborasi ini dipandang sebagai puncak dari kesamaan visi kreatif mereka berdua.

Meskipun sempat terjadi sedikit drama kecil sebelum acara, Wisnu Aji akhirnya hadir dan sukses melengkapi penampilan kolaboratif tersebut. 

Koleksi “Mawar Hitam” hasil kolaborasi desainer Migi Rihasalay dan Wahyu Aji dalam ajang Grand Finale Face of Indonesia 2026 di She La Vie Grand Ballroom, Alam Sutera, Serpong, Tangerang Selatan, Sabtu (27/6/2026). (Foto – Rezagrapher)

Migi Rihasalay mengungkapkan rasa harunya karena kehadiran Wisnu Aji, yang sempat membuatnya merasa tertipu, namun berakhir dengan kebahagiaan melihat karya mereka bersama.

Keduanya pun berharap karya ini dapat terus menginspirasi banyak orang untuk bangkit dan berjuang.

Kolaborasi antara Migi Rihasalay dan Wisnu Aji bukanlah yang pertama, menunjukkan kedekatan dan kekaguman mereka terhadap karya masing-masing. 

Pakuwon Mall Bekasi Hadirkan Keseruan Liburan Sekolah Lewat Go Go Dino Explorers

Migi mengaku sangat mengagumi karya Wisnu Aji, yang sebelumnya sudah menarik perhatian publik dan selebriti Tanah Air seperti keluarga Power Bank hingga Ayu Ting Ting. Kedekatan ini terjalin karena adanya kesamaan visi artistik yang mendalam.

Lebih lanjut, Migi memaparkan bahwa karya Wisnu Aji tidak hanya dipakai oleh selebritas domestik, tetapi juga telah menjadi bagian dari perjuangan para desainer untuk mendapatkan pengakuan di kancah internasional. 

Hal ini menunjukkan bahwa kolaborasi ini memiliki resonansi yang kuat, baik secara estetika maupun narasi perjuangan di industri mode.

Mengenai material yang digunakan, koleksi ini masih mempertahankan penggunaan kanvas yang dilukis secara manual oleh tim kreatif. 

Selain itu, terdapat pula elemen hand-made pada bagian-bagian tertentu, termasuk detail pada motif panther yang dikerjakan satu per satu dengan tangan. Proses detail ini menegaskan komitmen mereka terhadap kualitas dan sentuhan artistik otentik.

Secara keseluruhan, peragaan busana “Mawar Hitam” dalam Face of Indonesia 2026 menjadi penanda penting kolaborasi dua talenta kreatif yang mampu menyajikan busana tidak hanya indah dipandang, tetapi juga kaya makna tentang ketahanan dan semangat juang bangsa. (Ign)

Bagikan Artikel

VistaTekno






VistaOto






Berita Populer

01

75 Tahun Seminari Stella Maris Bogor: Alumni Gelar Reuni Lintas Angkatan di Yogyakarta

02

SSB Kemayoran 17 FC dan SSB Garecs Juara U-9 dan U-11 di EYSC 2025

03

Film Unfaithful 2: Richard Gere dan Diane Lane, Perselingkuhan Lama Bersemi Kembali

04

Esporto Youth Soccer Championship 2025 Diikuti 10 Tim SSB di Jakarta

05

SilverStream Solusi Cepat untuk Perawatan dan Penyembuhan Luka

06

Ramon Tanque Ingin Cetak Gol Pertama ke Gawang Dewa United

07

Komunitas SAMBAL Apresiasi Eco-Craft Display 2026, Perkuat Ekosistem Kreatif Berkelanjutan

08

Pameran SIAL Interfood 2025 di JIExpo Kemayoran, Ini Rangkaian Acara Menariknya 

09

Paviliun Raden Saleh Hadir Sebagai Hotel di Kawasan TIM Cikini

Pilihan Editor