KOTA TANGERANG, VISTA.CO.ID – Tak semua perjuangan dilakukan dengan suara lantang. Di Bisa Cafe, perjuangan itu hadir lewat secangkir kopi yang disajikan dengan sepenuh hati, sapaan hangat kepada pelanggan, hingga pelayanan yang profesional.
Di balik aktivitas yang tampak sederhana tersebut, para penyandang disabilitas sedang membuktikan bahwa mereka mampu berkarya dan bersaing di dunia kerja.
Rosalyna, Partnership and Impact Development Bisa Cafe, menjelaskan bahwa tujuan utama kafe ini bukan hanya membuka lapangan pekerjaan, tetapi juga mengubah cara pandang masyarakat terhadap penyandang disabilitas.
“Kami ingin pengunjung bisa melihat langsung bagaimana mereka bekerja secara profesional,” katanya.
Selain menyajikan makanan dan minuman, Bisa Cafe juga menghadirkan berbagai karya seni hasil kreativitas penyandang disabilitas, mulai dari aksesori, suvenir, hingga lukisan yang menghiasi setiap sudut ruangan.
Tak hanya itu, tersedia pula layanan pijat oleh terapis tunanetra yang menjadi salah satu pengalaman berbeda bagi para pengunjung.
Menurut Lina, yang terpenting adalah masyarakat datang karena percaya pada kualitas yang ditawarkan.
“Kami ingin masyarakat datang bukan karena kasihan, tetapi karena percaya pada kualitas produk dan pelayanan yang kami berikan. Ketika itu terjadi, kesempatan bagi teman-teman disabilitas untuk terus berkarya akan semakin besar,” ungkapnya.
Lewat senyum sederhana dan pelayanan terbaik, para pekerja di Bisa Cafe perlahan menghapus stigma, menggantikannya dengan rasa hormat dan penghargaan atas kemampuan yang mereka miliki. (*/san)
