JAKARTA, VISTA.CO.ID – Solois Indonesia Pamungkas membuka babak baru dalam perjalanan musiknya melalui single terbaru berjudul “Adam”. Lagu tersebut telah resmi dirilis di seluruh platform musik digital.
Rilisan ini hadir setelah “Berapa Kali Kita Akan Saling Memaafkan” mencuri perhatian pendengar hingga menjadi tren di Indonesia dan Malaysia. Kini, Pamungkas menawarkan warna yang lebih reflektif lewat “Adam”.
Lagu ini mengangkat sejumlah tema yang dekat dengan perjalanan emosional manusia, mulai dari kerentanan, tanggung jawab moral, keberanian mengakui kesalahan, hingga proses berdamai dengan diri sendiri dan orang lain.
Pamungkas menyebut “Adam” sebagai karya yang berkaitan erat dengan proses refleksi diri. Menurutnya, kedewasaan tidak selalu ditunjukkan dengan mempertahankan ego.
“Melalui ‘Adam’, saya ingin menyampaikan bahwa proses pendewasaan selalu dimulai dari refleksi diri,” ujar Pamungkas.
Ia juga menekankan pentingnya keberanian untuk mengalah dan meminta maaf ketika menghadapi persoalan.
“Mengalah dan meminta maaf bukanlah sebuah kekalahan, melainkan langkah awal menuju kedamaian,” sambungnya.
Gagasan tersebut turut menjadi cara Pamungkas mendefinisikan kembali konsep maskulinitas modern. Alih-alih mengedepankan ego dan kekuatan, “Adam” justru menyoroti penerimaan terhadap kekurangan sebagai bagian dari kekuatan seseorang.
Evolusi era baru Pamungkas juga diperkuat dengan identitas visual yang lebih tenang. Ia memilih estetika cowboy lore dengan dominasi palet warna netral dan bersih.
Simbol kuda menjadi salah satu elemen penting dalam konsep visual tersebut. Pendekatan ini menghadirkan karakter Pamungkas yang terlihat lebih dewasa, tetapi tetap hangat dan akrab dengan para pendengarnya.
Dengan perpaduan cerita emosional, pendekatan musikal, dan identitas visual yang baru, “Adam” menjadi salah satu karya yang memperlihatkan perkembangan Pamungkas sebagai musisi sekaligus pencipta lagu.
“Adam” kini sudah dapat didengarkan di seluruh platform musik digital. (*/san)
