JAKARTA, VISTA.CO.ID – Ratusan petinju muda dari 32 provinsi di Indonesia mengikuti Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Tinju Amatir PP Pertina yang memperebutkan Piala Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan.
Kejurnas yang resmi dibuka Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) itu, berlangsung pada 19 – 25 Oktober 2026 di Pluit Village Mall, Jakarta Utara.
“Ajang ini diharapkan menjadi wadah pembinaan atlet sekaligus membuka jalan bagi petinju Indonesia untuk berprestasi di tingkat internasional,” ujar AHY dalam sambutannya.
Kejurnas ini diikuti atlet dari berbagai daerah, mulai dari Aceh hingga Papua. Mayoritas peserta merupakan petinju muda yang masih berusia belasan tahun dan tengah merintis karier di dunia tinju amatir.
AHY menilai, kompetisi nasional seperti ini memiliki peran penting dalam mempersiapkan atlet agar mampu bersaing di level yang lebih tinggi.
Menurut dia, pembinaan berkelanjutan diperlukan untuk melahirkan petinju yang dapat mengharumkan nama Indonesia di pentas dunia.
“Terima kasih dan penghargaan kepada PERTINA, Ketumnya adalah Ibu Hillary Brigitta Lasut. Terima kasih kepada ketua panitia Kejurnas ini, Bapak Nolan Nasution, dan semua yang telah mendukung, termasuk dari KONI dan organisasi-organisasi lain yang juga ingin turut menyemarakkan sekaligus membangun prestasi tinju di tanah air,โ ujar AHY.

Ia mengatakan, kehadiran atlet dari berbagai provinsi menunjukkan besarnya potensi tinju amatir di Indonesia. Potensi tersebut perlu dikembangkan melalui kompetisi yang terarah agar para atlet memiliki pengalaman bertanding sebelum menghadapi persaingan internasional.
โSaya bersama Mas Ibas dan para sahabat yang lain tadi bisa merasakan semangat dari para atlet kita, atlet-atlet muda, banyak yang usianya masih belasan tahun, SMA, kemudian yang baru merintis kariernya dalam tinju. Dan ini sebuah wahana yang sangat baik karena kita ingin melahirkan, mencetak, mempersiapkan atlet-atlet terbaik kebanggaan kita semuanya,โ lanjutnya.
Menurut AHY, Kejurnas Tinju Amatir bukan sekadar ajang untuk menentukan pemenang. Kompetisi tersebut juga menjadi sarana untuk membangun mentalitas atlet agar mampu menghadapi kemenangan maupun kekalahan dengan sikap yang dewasa.
Ia turut menyoroti kesejahteraan wasit dan hakim yang bertugas memimpin pertandingan. AHY menilai, perhatian terhadap perangkat pertandingan perlu berjalan seiring dengan upaya meningkatkan prestasi atlet.
โTadi kita lihat juga para hakim, wasit, yang semua harus kita dorong, bukan hanya atletnya, karena prestasi juga tidak lepas dari kesejahteraan para atlet dan juga para wasitnya. Saya rasa itu yang bisa saya sampaikan. Sekali lagi selamat, mudah-mudahan bisa menghadirkan sebuah sportivitas, sebuah semangat yang ksatria, tidak terbang ketika menang dan tidak patah ketika kalah, bangkit!โ tegasnya.
AHY berharap nilai sportivitas dan semangat pantang menyerah yang dibangun melalui olahraga dapat diterapkan para atlet dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, pembinaan tinju tidak hanya menghasilkan atlet berprestasi, tetapi juga generasi muda yang memiliki karakter kuat.
Sementara itu, Ketua Umum Pengurus Pusat Persatuan Tinju Amatir Indonesia (PP Pertina), Hillary Brigitta Lasut, menyambut baik dukungan pemerintah terhadap penyelenggaraan kejuaraan tersebut.
Hillary menilai, kompetisi olahraga dapat memberikan dampak yang lebih luas daripada sekadar pencapaian prestasi. Aktivitas olahraga juga berpotensi menggerakkan perekonomian masyarakat dan mendukung perkembangan sektor ekonomi kreatif di daerah.
โDi saat ini dunia sedang mengalami banyak ketidakpastian, tapi atlet-atlet dan anak-anak muda kita serta ekonomi di sekitar sektor olahraga dan ekonomi kreatif tetap harus kita genjot. Dan ini adalah semangat yang sama yang kita share bersama dengan Pak Menko, Pak Wakil Ketua MPR,” katanya.
“Saya juga berharap ini dapat memberikan inspirasi bagi pengembang olahraga di tingkat daerah sehingga tetap berjuang, bekerja, dan bekerja keras untuk bisa mengembangkan tinju dan olahraga di daerah,โ sambung Hillary.
Ia menambahkan, kejuaraan nasional memberikan kesempatan kepada atlet untuk menambah pengalaman bertanding. Kesempatan tersebut dinilai penting, terutama bagi petinju daerah yang membutuhkan kompetisi rutin untuk mengukur kemampuan dan meningkatkan kualitas teknik.
โKarena atlet-atlet juga butuh kegiatan untuk bisa menaikkan jam terbang. Wasit-hakim butuh kesejahteraan untuk bisa tetap hidup dan mengembangkan ekonomi di keluarganya. Dan kami percaya ini akan dilihat sebagai suatu hal yang positif karena sangat ditunggu-tunggu oleh semua atlet dan bibit-bibit olahragawan di seluruh Indonesia,โ tambah Hillary.
Melalui Kejurnas Tinju Amatir ini, PP Pertina berharap pembinaan petinju muda di berbagai daerah semakin berkembang.
“Selain meningkatkan jam terbang atlet, kompetisi tersebut diharapkan dapat memperkuat regenerasi petinju nasional yang nantinya mampu bersaing di tingkat Asia hingga dunia,” pungkas Hillary Brigitta Lasut. (*/Ign)
