JAKARTA, VISTA.CO.ID – Pengalaman perundungan yang dialami Danty Istikha saat masih duduk di bangku sekolah dasar menjadi salah satu kisah yang disorot dalam Main Drama Casting episode ke-24. Peserta berusia 25 tahun asal Jakarta Timur tersebut menceritakan bagaimana candaan mengenai bentuk tubuh yang berulang kali diterimanya meninggalkan dampak emosional hingga ia sempat membutuhkan bantuan psikolog.
Dalam sesi expert, Danty mengungkapkan bahwa seorang guru bahasa Inggris pernah melontarkan candaan mengenai kondisi fisiknya ketika ia masih bersekolah di tingkat dasar. Pengalaman tersebut menjadi bagian sulit dari masa kecilnya dan meninggalkan kesan yang tidak mudah dilupakan.
Danty kemudian berusaha melewati pengalaman tersebut dan berdamai dengan masa lalunya. Ia juga menyampaikan pesan agar orang-orang lebih berhati-hati ketika melontarkan candaan yang berkaitan dengan penampilan fisik.
Menurut pesan yang disampaikan Danty dalam program tersebut, sesuatu yang dianggap lucu oleh satu pihak belum tentu menimbulkan perasaan yang sama bagi orang yang menerimanya. Pengalaman itu menjadi pengingat mengenai pentingnya memahami perasaan orang lain sebelum menjadikan kondisi fisik sebagai bahan humor.
Kisah Danty hadir di tengah perjalanannya mengikuti berbagai tantangan dalam Main Drama Casting. Perempuan yang memiliki ketertarikan pada dunia komedi tersebut sebelumnya telah menunjukkan kemampuan akting dan bernyanyi di hadapan juri.
Danty memiliki pengalaman di dunia pertunjukan sejak kecil. Ia pernah mengikuti Lenong Bocah pada 2007 dan meraih juara pertama dalam lomba lenong yang dibimbing oleh Aditya Gumay. Pengalaman itu menjadi salah satu bekal yang mendorongnya untuk terus menekuni dunia hiburan.
Dalam tahap awal casting, Danty mendapat tantangan memerankan ibu-ibu Betawi yang sedang marah kepada suaminya. Ia membawakan karakter tersebut dengan gaya bicara khas dan dialog komedi. Namun, juri memberikan masukan agar ia tidak hanya mengandalkan kelucuan dialog, tetapi juga memperkuat emosi yang mendasari karakter.
Pada tantangan lainnya, Danty diminta memainkan adegan menegur rekan kerja. Ia juga menunjukkan kemampuan bernyanyi dangdut melalui lagu ‘Kereta Malam’ sebelum dinyatakan lolos ke tahap berikutnya.
Saat memasuki sesi expert, Danty kembali menunjukkan kemampuan bernyanyinya lewat lagu ‘Hidup Tanpa Cinta’. Ia mengaku menyukai dangdut karena musik tersebut membuatnya merasa senang dan ingin ikut berjoget. Meski demikian, para expert menilai kestabilan vokalnya masih perlu dilatih.
Potensi komedinya kembali terlihat saat ia memainkan karakter penjual kopi yang berinteraksi dengan pelanggan. Adegan tersebut berhasil mengundang tawa para expert, yang menilai Danty memiliki energi dan respons komedi yang dapat dikembangkan lebih jauh.
Para expert juga mengingatkan agar Danty tidak berlebihan ketika memainkan karakter. Pengendalian ekspresi dan pemahaman terhadap situasi dinilai penting agar aktingnya terasa lebih alami.
Meski belum mendapatkan Dream Ticket, Danty masih memiliki kesempatan untuk kembali mengikuti casting.
Kisah yang dibagikannya dalam episode ini tidak hanya memperlihatkan proses pencarian talenta di dunia hiburan, tetapi juga mengingatkan pentingnya menciptakan lingkungan yang menghargai perbedaan dan menjaga ucapan agar tidak melukai orang lain. (*/san)
