JAKARTA, VISTA.CO.ID – The Jansen mendapatkan pengalaman baru dalam perjalanan bermusiknya melalui kolaborasi bersama Lafa Pratomo dan Bilal Indrajaya. Ketiganya bertemu dalam lagu “terabas”, bagian dari proyek Garis Tegak EP.
Bagi The Jansen, proyek ini menjadi kesempatan pertama mereka merasakan proses produksi dengan Lafa sebagai produser. Adji Pamungkas mengakui pengalaman tersebut sempat membawa tantangan tersendiri karena mereka harus beradaptasi dengan pendekatan produksi yang berbeda.
Namun, kekhawatiran itu tidak berlangsung lama. Setelah masuk ke proses workshop, Adji justru menemukan ruang yang membuat The Jansen tetap dapat mempertahankan karakter musik mereka.
“Sangat menyenangkan bisa diproduserin Mas Lafa. Ini pertama kalinya The Jansen diproduseri orang lain. Ternyata tidak semenakutkan yang kami kira,” ungkap Adji.
Ia menyebut Lafa memberikan kebebasan kepada para musisi untuk ikut menyumbangkan ide. Pada saat yang sama, Lafa tetap mendorong mereka mencoba pendekatan yang berada di luar kebiasaan.
“Aku sangat menikmati semua prosesnya,” kata Adji.
Pengalaman tersebut menjadi salah satu kekuatan “terabas”. Lafa tidak berusaha menyeragamkan warna musik Bilal dan The Jansen, melainkan mencari titik temu dari perbedaan karakter mereka.
Bilal pun memberikan penilaian positif terhadap cara kerja Lafa. Menurutnya, kemampuan Lafa beradaptasi dengan musisi dari berbagai latar menjadi salah satu faktor yang membuat kolaborasi tersebut berjalan lancar.
“Gua selalu bilang kalau Lafa itu kayak air, sangat fluid ya. Dia bisa bekerja dengan berbagai musisi yang beda-beda warna musiknya,” ujar Bilal.
Dalam proses pengerjaan, Bilal juga menjadi salah satu pihak yang memunculkan riff intro. Ide tersebut kemudian dikembangkan bersama hingga menjadi bagian pembuka lagu.
Lafa mengungkapkan bahwa salah satu referensi yang muncul dalam proses tersebut berkaitan dengan The Beatles. Ia teringat ketika Bilal memainkan intro “I Want You (She’s So Heavy)” di studio.
“Mungkin kita ke-trigger dari situ ya, kayaknya lucu juga bikin satu intro yang unik. Terus kita kembangin lagi bareng-bareng dengan imajinasi masing-masing,” tutur Lafa.
Di luar eksplorasi musikal, “terabas” juga membawa pesan mengenai keberanian menghadapi kehidupan. Lafa ingin lagu ini menjadi suntikan energi positif bagi pendengar untuk menghadapi rintangan dengan kekuatan batin dan doa.
“Ini juga tentang kesadaran kalau Tuhan itu selalu membersamai kita,” jelas Lafa.
“terabas” ditulis oleh Lafa Pratomo, Bilal Indrajaya, Cinta Rama Bani Satria, Adji Pamungkas, dan Raissa Faranda. Lagu tersebut dirilis pada 15 September 2026 sebagai bagian dari Garis Tegak EP, proyek kolaboratif yang mempertemukan 12 musisi lintas genre. (*/san)
