SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Advertisement Advertisement
VistaBiz
Beranda » VistaBiz » DBS Foundation Ungkap Tantangan Indonesia Hadapi Populasi Menua

DBS Foundation Ungkap Tantangan Indonesia Hadapi Populasi Menua

foto dok, dbs foundation
foto dok, dbs foundation

JAKARTA, VISTA.CO.ID – DBS Foundation meluncurkan riset bertajuk “Indonesia Menuju Populasi Menua: Seberapa Siapkah Kita?” yang mengulas kesiapan Indonesia menghadapi perubahan demografi menuju masyarakat menua.

Riset tersebut menyoroti pentingnya memanfaatkan bonus demografi yang masih dimiliki Indonesia sekaligus membangun kesiapan sejak sekarang untuk menghadapi meningkatnya jumlah penduduk lanjut usia pada masa mendatang.

Berdasarkan data BPS 2025 yang dikutip dalam riset, jumlah penduduk lansia di Indonesia telah mencapai 12 persen pada 2025. Angka tersebut diproyeksikan meningkat menjadi lebih dari 20 persen pada 2045.

Kondisi itu membuat persoalan penuaan penduduk tidak hanya berkaitan dengan kelompok lansia. Tekanan juga berpotensi dirasakan oleh generasi produktif yang nantinya harus menghadapi kebutuhan perawatan dan dukungan ekonomi bagi anggota keluarga yang lebih tua.

Head of Group Marketing & Communications PT Bank DBS Indonesia Mona Monika mengatakan, isu masyarakat menua perlu dipersiapkan sejak seseorang masih berada pada usia produktif.

DANA Bagikan 3 Tips Hindari Penipuan Saat Berburu Promo 11.11

“Ageing society merupakan isu penting bagi kami karena memiliki implikasi bagi seluruh generasi,” ujar Mona.

Menurut dia, kesiapan menghadapi masa tua perlu dibangun melalui berbagai aspek, mulai dari pendidikan, kesehatan, pekerjaan, literasi dan inklusi keuangan hingga persiapan pensiun.

Riset DBS Foundation juga menunjukkan bahwa bonus demografi Indonesia mulai menghadapi tantangan. Pada 2025, sekitar 69 persen penduduk berada pada kelompok usia produktif 15-65 tahun. Namun, proporsi tersebut diperkirakan terus menyusut seiring menurunnya tingkat kelahiran dan meningkatnya harapan hidup.

Salah satu dampaknya terlihat dari perubahan struktur keluarga. Tingkat fertilitas total atau Total Fertility Rate tercatat turun dari 3,11 anak per perempuan pada awal 1990-an menjadi 2,13 pada 2024 dan diproyeksikan mencapai 1,97 pada 2045.

Di sisi lain, sebanyak 55,32 persen lansia masih bekerja dan 84,75 persen di antaranya berada di sektor informal. Kondisi tersebut menunjukkan masih adanya kelompok lansia yang harus tetap bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Zurich Dorong Perusahaan Perkuat Kesehatan Fisik dan Mental Karyawan

DBS Foundation menilai kesiapan menghadapi perubahan tersebut membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Pemerintah berperan melalui kebijakan lintas sektor, dunia usaha dapat menghadirkan solusi yang sesuai kebutuhan masyarakat, sementara individu perlu membangun kapasitas dan perencanaan sejak usia produktif.

Dengan pendekatan life-course, kesiapan masyarakat tidak hanya difokuskan pada masa pensiun, tetapi dibangun sejak pendidikan, memasuki dunia kerja, menjalani usia produktif hingga memasuki usia lanjut. (*/san)

Bagikan Artikel

VistaTekno






VistaOto






Berita Populer

01

75 Tahun Seminari Stella Maris Bogor: Alumni Gelar Reuni Lintas Angkatan di Yogyakarta

02

Film Unfaithful 2: Richard Gere dan Diane Lane, Perselingkuhan Lama Bersemi Kembali

03

SSB Kemayoran 17 FC dan SSB Garecs Juara U-9 dan U-11 di EYSC 2025

04

Tante Sonya Tak Sekadar Kisah Romansa, WeTV Bidik Penonton Global

05

Esporto Youth Soccer Championship 2025 Diikuti 10 Tim SSB di Jakarta

06

Ramon Tanque Ingin Cetak Gol Pertama ke Gawang Dewa United

07

Pameran SIAL Interfood 2025 di JIExpo Kemayoran, Ini Rangkaian Acara Menariknya 

08

SilverStream Solusi Cepat untuk Perawatan dan Penyembuhan Luka

09

Paviliun Raden Saleh Hadir Sebagai Hotel di Kawasan TIM Cikini

Pilihan Editor