JAKARTA, VISTA.CO.ID – Peluang bagi generasi muda untuk memasuki dunia kerja semakin terbuka melalui Career Day 2026 yang diselenggarakan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) bersama Yayasan Plan International Indonesia dan DBS Foundation.
Mengangkat tema “Talenta Muda Siap Kerja; Temukan Karier Impianmu”, kegiatan tersebut menjadi bagian dari program You RISE (Youth be Ready, Inclusive, Skilled, Empowered) yang berfokus pada peningkatan kesiapan kerja, keterampilan, pemberdayaan, dan inklusivitas kaum muda.
Sebanyak 25 perusahaan dari sektor ritel, teknologi informasi, perbankan, dan perhotelan berpartisipasi dalam kegiatan ini. Tersedia 75 lowongan pekerjaan dengan proyeksi serapan hingga 850 tenaga kerja baru.
Direktur Jenderal Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja Kemnaker, Prof. Sugeng Heri Suseno, menegaskan bahwa pemerintah ingin mengubah pola penyelenggaraan bursa kerja agar lebih efektif dalam mempertemukan talenta dengan kebutuhan perusahaan.
“Ekosistem bursa kerja ini dirancang tidak hanya untuk memudahkan para pencari kerja bertemu langsung dengan perusahaan, tetapi juga memfasilitasi perusahaan untuk bertemu dan melakukan wawancara langsung dengan kandidat potensial,” ujar Sugeng.
Berbeda dari bursa kerja konvensional, Career Day 2026 menerapkan proses persiapan sebelum peserta bertemu dengan perusahaan. Seleksi awal dan penyaringan CV dilakukan secara daring melalui portal resmi Kemnaker.
Tidak berhenti di tahap administrasi, sebanyak 200 pencari kerja terpilih terlebih dahulu mengikuti pelatihan peningkatan hard skills dan soft skills. Langkah tersebut dilakukan untuk memperkecil kesenjangan keterampilan antara pencari kerja dan kebutuhan industri.
Sugeng menilai perusahaan juga memiliki peran penting dalam membentuk talenta yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.
“Kepada para pimpinan perusahaan, saya mengajak untuk mengubah lensa rekrutmen kita: hire for attitude and potential, train for skills. Ekosistem industri yang hebat dibangun oleh perusahaan yang mau ikut serta mencetak talentanya,” tegasnya.
Semangat inklusivitas menjadi bagian lain yang menonjol dalam kegiatan ini. Sebanyak 15 lowongan secara khusus disediakan bagi penyandang disabilitas untuk posisi contact center di salah satu institusi perbankan nasional.
Head of DBS Foundation, Karen Ngui, mengatakan kesiapan kerja dan literasi finansial merupakan fondasi penting untuk membangun ketahanan ekonomi generasi muda.
“DBS Foundation percaya bahwa kesiapan kerja dan literasi finansial kaum muda adalah fondasi penting bagi ketahanan ekonomi jangka panjang,” ujar Karen.
Hal serupa disampaikan Mona Monika dari DBS Indonesia. Menurutnya, program tersebut diharapkan dapat membantu generasi muda memperoleh pekerjaan layak sekaligus membangun kemampuan mengelola keuangan.
“Melalui kolaborasi dengan Plan Indonesia, kami berharap Career Day dapat menghubungkan kaum muda dengan dunia kerja, sekaligus meningkatkan literasi keuangan mereka agar mampu mengambil keputusan yang lebih bijak dan membangun karier yang berkelanjutan,” kata Mona.
Sementara itu, Plan Indonesia mencatat program You RISE telah membuka akses pekerjaan layak bagi 703 kaum muda hingga Juli 2026. Penerima manfaat berasal dari Jakarta, Surabaya, Medan, dan wilayah sekitarnya.
Direktur Eksekutif Plan Indonesia, Dini Widiastuti, mengatakan kesempatan bertemu langsung dengan perusahaan menjadi bagian penting dalam proses transisi menuju dunia kerja.
“Career Day menjadi langkah nyata untuk menghubungkan keterampilan yang telah mereka bangun dengan kebutuhan industri,” ujar Dini.
Bagi peserta, kesempatan tersebut memberikan pengalaman berharga. Chelsy Noya mengaku dapat mengikuti wawancara langsung dengan lebih dari 20 perusahaan.
“Saya berkesempatan wawancara langsung dengan lebih dari 20 perusahaan, salah satunya dalam sektor ritel, dan hasilnya diundang tes tahap berikutnya,” ungkap Chelsy.
Selain mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan, kegiatan ini menyediakan konseling karier melalui Career Corner serta mini talkshow mengenai jejaring profesional dan pembelajaran sepanjang hayat.
Kolaborasi tersebut diharapkan dapat melahirkan ekosistem ketenagakerjaan yang tidak hanya berorientasi pada penyerapan tenaga kerja, tetapi juga memastikan generasi muda memiliki keterampilan, kepercayaan diri, dan kemampuan finansial untuk membangun karier secara berkelanjutan.
