JAKARTA, VISTA.CO.ID – Pengalaman panjang di industri musik ternyata tidak membuat ParaSuami ingin hidup dalam nostalgia. Band yang diperkuat sejumlah mantan personel Funky Kopral tersebut justru memilih melihat ke depan.
Lewat single perdana “JAMED (Jaman Edan)”, ParaSuami memperkenalkan identitas baru sekaligus menunjukkan bahwa pengalaman lama masih bisa menemukan tempat di industri musik yang terus berubah.
Bagi mereka, perubahan teknologi menjadi salah satu hal yang tidak bisa dihindari.
Jika dahulu musisi harus berhadapan dengan proses rekaman analog yang lebih kompleks, kini teknologi digital memberikan banyak kemudahan.
“Perkembangan musik saat ini memang jauh berbeda, mulai dari proses recording yang sekarang jauh lebih mudah dibanding era 90-an yang masih analog. Kami mencoba mengikuti apa yang terjadi di era saat ini agar tetap eksis dan terus beradaptasi,” ujar ParaSuami.
Namun, adaptasi bukan berarti mereka meninggalkan karakter bermusik yang selama ini dimiliki. ParaSuami tetap memberikan ruang bagi masing-masing personel untuk memainkan musik yang mereka sukai.
“Secara musikalitas, kami memainkan apa yang kami suka dengan menyesuaikan tema dari isi lagunya,” kata mereka.
Pilihan tema untuk single pertama pun cukup berbeda dari lagu debut kebanyakan band. “JAMED” justru berbicara tentang kegelisahan sosial.
Istilah Jaman Edan menjadi representasi dari berbagai kondisi yang mereka lihat di sekitar, termasuk persoalan pejabat yang dinilai tidak amanah dan tidak sesuai dengan janji ketika berkampanye.
“Makna dari lagu JAMED itu sendiri memang relate dengan kondisi saat ini, di mana banyak pejabat yang tidak amanah atau tidak sesuai dengan janji-janji saat mereka kampanye atau mencalonkan diri sebagai wakil rakyat,” ungkapnya.
Dari sisi produksi, “JAMED” merupakan karya Wisnu Pamungkas dan Fajarudin alias Fajar Gimbot. Wisnu bertanggung jawab pada musik, sedangkan Fajarudin menggarap lirik.
Di balik proses tersebut, ada chemistry yang sudah terbentuk jauh sebelum ParaSuami lahir. Para personelnya telah sering bermain bersama sehingga proyek baru ini tidak membutuhkan proses adaptasi yang terlalu panjang.
“Untuk tantangannya hampir tidak ada, karena kami memang sudah sering main bareng sebelum membentuk brand baru yaitu ParaSuami,” jelas mereka.
Kini, ParaSuami ingin menjadikan “JAMED” sebagai fondasi untuk membangun perjalanan yang lebih panjang. Mereka tidak ingin single pertama berhenti sebagai perkenalan semata.
“JAMED menjadi awal bagi ParaSuami untuk memberitahu kepada pecinta musik Indonesia bahwa kami akan terus menyuarakan isi hati kami dan mengekspresikannya dalam bentuk karya musik,” tuturnya.
Rencana pun sudah disiapkan. Setelah “JAMED”, ParaSuami akan melanjutkan perjalanan dengan single berikutnya sebelum menuju proyek mini album.
“Rencana ke depan bakal ada single berikutnya dan kami akan merilis mini album. Semoga semuanya lancar dan terlaksana tanpa hambatan,” pungkasnya.
Dengan kombinasi pengalaman, chemistry lama, teknologi baru, dan keberanian mengangkat isu sosial, ParaSuami tampaknya ingin membangun identitas yang tidak sekadar menjual nostalgia. Mereka ingin dikenal lewat karya. (*/san)
