SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Advertisement Advertisement
VistaTainment
Beranda » VistaTainment » Tama Yuri Ajak Pendengar Berdamai dengan Luka Lewat Biar Aku Dianggap Beruntung

Tama Yuri Ajak Pendengar Berdamai dengan Luka Lewat Biar Aku Dianggap Beruntung

foto dok. tama yuri
foto dok. tama yuri

JAKARTA, VISTA.CO.ID – Penyanyi dan penulis lagu Tama Yuri menghadirkan album perdana bertajuk Biar Aku Dianggap Beruntung. Berisi 11 lagu, album bergenre pop alternatif tersebut menjadi ruang bagi Tama untuk menuangkan berbagai pengalaman emosional yang pernah dilalui, mulai dari rasa cinta, keterpurukan, hingga proses menerima keadaan.

Album ini menjadi kelanjutan dari perjalanan bermusik Tama yang telah dimulai melalui sejumlah single sejak 2024. Jika sebelumnya cerita disampaikan melalui rilisan secara terpisah, kali ini Tama menyatukannya menjadi sebuah rangkaian cerita yang memiliki alur emosional dari awal hingga akhir.

Dalam album tersebut, Tama membagi cerita ke dalam tiga fase. Fase pertama menggambarkan kondisi ketika seseorang terlalu larut dalam cinta melalui lagu “Canggung”, “Dua Sisi”, dan “Tetap Cinta Selamanya Cinta”.

Cerita kemudian memasuki fase yang lebih berat lewat “Duri”, “Hari yang Berat”, “Biasa Saja”, dan “Katanya Rela”. Lagu-lagu tersebut menggambarkan situasi ketika seseorang harus menghadapi luka sekaligus mencoba memahami perasaan yang muncul setelah sebuah hubungan atau harapan tidak berjalan seperti yang diinginkan.

“Untuk semua hal pahit yang datang, aku taburin gula biar tetap terasa manis, dan terus tersenyum walau dunia di sekeliling menggerus. Sampai akhirnya aku dianggap beruntung,” ujar Tama Yuri.

Dari Cover Viral ke Rilisan Resmi, Neo Funk Therapy Buktikan Eksperimen Bisa Jadi Karier

Perjalanan tersebut kemudian ditutup melalui “Bukan Salahku”, “Sudut Pandang”, “Good Shower”, dan “Biar Aku Dianggap Beruntung”. Bagian ini menjadi fase penerimaan, ketika seseorang mulai melihat pengalaman yang telah dilewati dari sudut pandang berbeda dan menemukan alasan untuk terus berjalan.

Bagi Tama, keberuntungan tidak selalu berkaitan dengan kehidupan yang berjalan tanpa masalah. Justru, pengalaman menghadapi berbagai hal pahit dapat menjadi bagian dari proses untuk memahami diri sendiri dan belajar menerima apa yang telah terjadi.

Proses produksi album dilakukan bersama sejumlah produser, yakni Fareeq Angkasa, Awal Awe, Milfarasi, serta kolektif Usaha Terbaik Kita yang beranggotakan Yabes Yuniawan, Ikhwan Hastanto, dan Lintang Larasati. Sebagian besar pengerjaan dilakukan di Yogyakarta dengan melibatkan musisi dan kru dalam proses rekaman instrumen, pengarahan vokal, vokal latar, hingga penataan dan penyelarasan suara.

Melalui album independen ini, Tama juga ingin menghadirkan ruang bagi perempuan untuk menyuarakan pengalaman mereka. Ia membawa pesan bahwa perempuan berhak mengungkapkan rasa lelah, mencintai dengan caranya sendiri, serta memiliki keberanian untuk tetap bertahan.

Selain perilisan musik, Tama menyiapkan workshop membuat zine di Jakarta. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas pengalaman album dengan mengajak pendengar melakukan refleksi melalui karya visual sambil ditemani lagu-lagu dari Biar Aku Dianggap Beruntung.

Dari Wakatobi, Musik Raim Laode Menjangkau Pendengar di Luar Indonesia

Album perdana Tama Yuri, Biar Aku Dianggap Beruntung, kini dapat didengarkan melalui berbagai layanan streaming digital. (*/san)

Bagikan Artikel

VistaTekno






VistaOto






Berita Populer

01

75 Tahun Seminari Stella Maris Bogor: Alumni Gelar Reuni Lintas Angkatan di Yogyakarta

02

SSB Kemayoran 17 FC dan SSB Garecs Juara U-9 dan U-11 di EYSC 2025

03

Film Unfaithful 2: Richard Gere dan Diane Lane, Perselingkuhan Lama Bersemi Kembali

04

Tante Sonya Tak Sekadar Kisah Romansa, WeTV Bidik Penonton Global

05

Esporto Youth Soccer Championship 2025 Diikuti 10 Tim SSB di Jakarta

06

Ramon Tanque Ingin Cetak Gol Pertama ke Gawang Dewa United

07

SilverStream Solusi Cepat untuk Perawatan dan Penyembuhan Luka

08

Paviliun Raden Saleh Hadir Sebagai Hotel di Kawasan TIM Cikini

09

Komunitas SAMBAL Apresiasi Eco-Craft Display 2026, Perkuat Ekosistem Kreatif Berkelanjutan

Pilihan Editor