SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Advertisement Advertisement
VistaEdu
Beranda » VistaEdu » Riri Reza: Mahasiswa Harus Tahu Dokumentasi dan Arsip Film di Sinematek

Riri Reza: Mahasiswa Harus Tahu Dokumentasi dan Arsip Film di Sinematek

Mahasiswa Fakultas Film dan TV, Institut Kesenian Jakarta, (IKJ), saat melakukan kunjungan ke Sinematek yang berada di Pusat Perfilman Haji Usmar Ismail (PPHUI), Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (7/11/2025). (Foto - @fftvikj)
Mahasiswa Fakultas Film dan TV, Institut Kesenian Jakarta, (IKJ), saat melakukan kunjungan ke Sinematek yang berada di Pusat Perfilman Haji Usmar Ismail (PPHUI), Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (7/11/2025). (Foto - @fftvikj)

JAKARTA, VISTA.CO.ID – Sinematek yang berada di Pusat Perfilman Haji Usmar Ismail (PPHUI)  mendapat kunjungan sekitar 50 mahasiswa Fakultas Film dan TV, Institut Kesenian Jakarta, (IKJ), Jumat (7/11/2025).

Setelah berkeliling melihat lihat ruang data dan arsip sinematek, para mahasiswa dan pengelola Yayasan Pusat Perfilman Haji Usmar Ismail (YPPHUI) menggelar Sharing Session bertajuk: Merawat Ingatan, Arsip, film, Sejarah Sinema Indonesia.

Dalam penjelasannya kepada mahasiswa Riri Reza betapa pentingnya sinematek Indonesia. Karena data dan arsip film itu menggambarkan perjalanan sejarah manusia.

“Berdirinya sinematek itu diinisiasi oleh almarhum Pak Misbach Yusa Biran. Yang kemudian beliau mengajak sesama sineas Asrul Sani, dan disambut ketika itu oleh Gubernur DKI Jakarta, Ali Sadikin dan diresmikan tahun 1975,” kata Riri Reza yang merintis karir di bidang penyutradaraan dan peduli terhadap dokumentasi perfilman.

“Sangat disayangkan kondisi pendokumentasian di PPHUI tertinggal jauh dari yang saya lihat di Prancis atau Thailand. Saya kira Menteri dan Direktur terkait bidang perfilman, tidak menguasai apa yang harus ditanganinya,” kata Riri Reza.

Antusias Belajar Lagu Mandarin Terus Meningkat, Ranni Pancarani Siapkan Kelas Baru

Ia pun mengajak mahasiswa IKJ peduli akan Sinematek, karena bagian tak terpisahkan dari perjalanan sejarah perfilman Indonesia hari ini dan hari esok.

Sementara itu, Ketua YPPHUI, Sonny Pujisasono, menjelaskan sejarah berdiri Sinematek tugas dan fungsinya. Dan, terpenting adalah pengelolaannya.

“Karena Yayasan mengurus dan mengelolanya secara swasta mandiri. Sejak berdiri tidak ada bantuan dari pemerintah satu rupiah pun,” ujarnya. 

Meski demikian, Sonny berupaya agar cita-citanya Sinematek ditingkatkan menjadi museum perfilman akan segera terwujud.

“Dalam museum nantinya selain mendokumentasikan dan mengarsipkan film, tetapi juga Festival Film Indonesia (FFI). Kami akan pajang para pemenang FFI sejak awal digelar tahun 1950 an hingga sekarang,” jelasnya.

Program LENTERA Bekali Perempuan Muda Banten dengan Keterampilan Digital hingga Pendampingan Karier

Sonny Pujisasono juga mempersilahkan mahasiswa IKJ untuk memanfaatkan data dan arsip yang ada di Sinematek YPPHUI untuk tujuan studi. (Red/KD)

Bagikan Artikel

VistaTekno






VistaOto






Berita Populer

01

75 Tahun Seminari Stella Maris Bogor: Alumni Gelar Reuni Lintas Angkatan di Yogyakarta

02

SSB Kemayoran 17 FC dan SSB Garecs Juara U-9 dan U-11 di EYSC 2025

03

Film Unfaithful 2: Richard Gere dan Diane Lane, Perselingkuhan Lama Bersemi Kembali

04

Esporto Youth Soccer Championship 2025 Diikuti 10 Tim SSB di Jakarta

05

Ramon Tanque Ingin Cetak Gol Pertama ke Gawang Dewa United

06

SilverStream Solusi Cepat untuk Perawatan dan Penyembuhan Luka

07

Paviliun Raden Saleh Hadir Sebagai Hotel di Kawasan TIM Cikini

08

Komunitas SAMBAL Apresiasi Eco-Craft Display 2026, Perkuat Ekosistem Kreatif Berkelanjutan

09

Pameran SIAL Interfood 2025 di JIExpo Kemayoran, Ini Rangkaian Acara Menariknya 

Pilihan Editor