JAKARTA, VISTA.CO.ID – Meski laga sesama wakil Indonesia, namun perebutan tiket final Polytron Indonesia Open 2026 antara Raymond Indra/Nikolaus Joaquin melawan Sabar Karyaman Gutama/M. Reza Pahlevi Isfahani begitu seru yang berlangsung di Istora GBK Senayan, Jakarta, Sabtu (6/6) malam.
Duel ini akhirnya dimenangkan oleh Raymond/Joaquin dengan skor 21-15, 21-18. Raymond/Joaquin kini semakin unggul dalam catatan rekor pertemuan dengan Sabar/Reza, kedukan menjadi 2-1.
Dari game pertama, Raymond/Joaquin langsung tancap gas, mereka unggul jauh hingga 10-4 dan tidak memberikan kesempatan bagi Sabar/Reza untuk mengejar. Dengan permainan no lob cepat, Raymond/Joaquin berhasil amankan game pertama.
Di awal game kedua, Sabar/Reza sempat memimpin perolehan skor 6-2. Kedua pasangan terus saling berkejaran angka, kedudukan sempat imbang sampai 16-16. Akan tetapi, kecepatan permainan yang menjadi andalan Raymond/Joaquin, lagi-lagi begitu merepotkan Sabar/Reza.
Menghadapi pasangan senior yang memiliki pengalaman lebih panjang di level elite, Raymond/Joaquin tampil berani sejak awal pertandingan. Mereka mampu menjaga tempo cepat, menekan dari permainan depan, serta tidak memberi banyak ruang bagi Sabar/Reza untuk mengembangkan pola serangan.

“Pertama-tama mau terima kasih dulu buat para Badminton Lovers yang sudah rela nungguin kami sampai malam, sampai jam 11 malam cuma buat nonton kami main,” kata Joaquin dikutip dari Humas PBSI.
“Tadi pertandingannya menurut saya luar biasa bisa melawan Mas Reza dan Aa Iboy. Di game kedua poinnya memang cukup ketat, sampai 16 sama, tapi saya terus yakini diri saya kalau ini kesempatan, kapan lagi kan kesempatan mungkin enggak datang dua kali. Jadi saya terus yakin sama diri sendiri kalau saya itu bisa, dan Puji Tuhan bisa menang,” ujar Joaquin.
“Mereka juga punya kualitas pemain dunia, peringkatnya juga lumayan tinggi, pengalaman sama jam terbangnya sudah lumayan banyak. Enggak mudah melawan mereka,” tambah Joaquin soal Sabar/Reza.
Hasil tersebut memperpanjang kejutan Raymond/Joaquin pada turnamen kandang kali ini. Sebagai pasangan muda, keberhasilan mereka menembus final Super 1000 menjadi sinyal positif bagi regenerasi ganda putra Indonesia.
Kemenangan itu juga membuat Raymond/Joaquin menyusul tunggal putra Indonesia Jonatan Christie yang lebih dulu lolos ke final setelah mengalahkan wakil Thailand Panitchapon Teeraratsakul melalui pertarungan tiga gim 16-21, 21-10, 21-12.
Laga final ini merupakan laga Super 1000 pertama bagi Raymond/Joaquin. Di babak final, Nur Izzuddin/Goh Sze Fei sudah menanti. Pasangan Malaysia rangking delapan dunia lolos ke final setelah menundukkan Kim Won Ho/Seo Seung Jae dari Korea Selatan. (*/May)
