SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Advertisement Advertisement
VistaEdu
Beranda » VistaEdu » Poltekkes Banten Ajak Warga Lawan Diabetes Bersama Stevia

Poltekkes Banten Ajak Warga Lawan Diabetes Bersama Stevia

foto dok. poltekkes kemenkes banten
foto dok. poltekkes kemenkes banten

KOTA TANGERANG, VISTA.CO.ID – Di tengah padatnya pemukiman RW 13, Kelurahan Gebang Raya, Kecamatan Periuk, Kota Tangerang, sepetak pekarangan rumah kini mulai disulap menjadi “apotek hidup”. Bukan sayur biasa, melainkan tanaman stevia yang daunnya bisa diolah menjadi pemanis alami pengganti gula.

Transformasi kecil ini lahir dari kegiatan pengabdian masyarakat yang digelar dosen dan mahasiswa Jurusan Teknologi Laboratorium Medis, Politeknik Kesehatan Kemenkes Banten. Kegiatan yang menyasar ibu-ibu PKK RW 13 itu dilaksanakan dalam dua tahap, pada tanggal 12 Mei dan 23 Mei 2026.

Pada pertemuan pertama, para ibu-ibu PKK tidak hanya mendengarkan teori. Mereka langsung praktik. Tim pengabdi memaparkan cara mengolah pekarangan rumah agar produktif. Puncaknya adalah pelatihan pembuatan gula dari daun stevia.

“Setiap ibu diberi tugas untuk menanam stevia di rumah dan membuat produk olahan minuman menggunakan gula stevia,” ujar Ketua Tim Pengabdian, Syarah Anliza, M.Si, Dosen Jurusan Teknologi Laboratorium Medis Poltekkes Kemenkes Banten.

Bagi ibu-ibu, ini pengalaman baru. Selama ini stevia hanya mereka kenal namanya. Kini mereka belajar memetik, mengeringkan, hingga mengolahnya menjadi pemanis untuk teh dan wedang.

Antusias Belajar Lagu Mandarin Terus Meningkat, Ranni Pancarani Siapkan Kelas Baru

Sebelas hari kemudian, tim kembali datang. Kali ini agendanya mengecek dampak dari “PR” yang diberikan.

Hari kedua dimulai dengan pemeriksaan kadar glukosa darah, dilanjutkan senam bersama, dan ditutup dengan minum bersama minuman yang telah dimaniskan dengan gula stevia hasil olahan sendiri.

Hasilnya membuat semua terkejut. “Setelah 2 jam diperiksa kembali, hasilnya kadar glukosanya turun,” kata Syarah.

Momen itulah yang paling diingat para peserta. Tawa dan tepuk tangan pecah. Rasanya seperti mendapat hadiah karena usaha menanam dan mengubah pola konsumsi mulai membuahkan hasil.

Tim dosen lain yang terlibat adalah Nurmeily Rachmawati, S.Pd., M.Si; Maya Sari, S.Pd., M.Si; M. Ridwanulloh, S.Pd, Khatimatul Husna, S.Si., M.Biomed, serta 3 mahasiswa Jurusan TLM Poltekkes Kemenkes Banten.

Program LENTERA Bekali Perempuan Muda Banten dengan Keterampilan Digital hingga Pendampingan Karier

Pesan untuk Rumah Tangga Indonesia

Di akhir kegiatan, Syarah menitipkan pesan penting, “Hijaukan pekarangan rumah, sehatkan masa depan. Mulailah menggunakan gula alami seperti gula stevia agar terhindar dari penyakit diabetes mellitus,” pesannya.

Bagi ibu-ibu PKK RW 13, kegiatan ini bukan sekadar penyuluhan. Ini adalah awal dari kebiasaan baru. Dari menanam di halaman, mengolah sendiri, hingga menjaga kesehatan keluarga dengan cara yang sederhana.

Kini, setiap kali menyeduh teh di pagi hari, mereka tak lagi menuang gula pasir. Cukup sejumput bubuk stevia dari kebun sendiri. Kecil, tapi dampaknya besar untuk masa depan. (*/san)

Riset impact.com: AI Ubah Cara Konsumen Belanja, tapi Rekomendasi Manusia Tetap Jadi Penentu Pembelian*

Bagikan Artikel

VistaTekno






VistaOto






Berita Populer

01

75 Tahun Seminari Stella Maris Bogor: Alumni Gelar Reuni Lintas Angkatan di Yogyakarta

02

SSB Kemayoran 17 FC dan SSB Garecs Juara U-9 dan U-11 di EYSC 2025

03

Film Unfaithful 2: Richard Gere dan Diane Lane, Perselingkuhan Lama Bersemi Kembali

04

Esporto Youth Soccer Championship 2025 Diikuti 10 Tim SSB di Jakarta

05

Ramon Tanque Ingin Cetak Gol Pertama ke Gawang Dewa United

06

SilverStream Solusi Cepat untuk Perawatan dan Penyembuhan Luka

07

Paviliun Raden Saleh Hadir Sebagai Hotel di Kawasan TIM Cikini

08

Komunitas SAMBAL Apresiasi Eco-Craft Display 2026, Perkuat Ekosistem Kreatif Berkelanjutan

09

Pameran SIAL Interfood 2025 di JIExpo Kemayoran, Ini Rangkaian Acara Menariknya 

Pilihan Editor