SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Advertisement Advertisement
VistaTainment
Beranda » VistaTainment » Donny Fattah, Bassis God Bless Meninggal Dunia di Usia 76 Tahun

Donny Fattah, Bassis God Bless Meninggal Dunia di Usia 76 Tahun

Donny Fattah, bassis God Bless Meninggal Dunia. (Foto - @godblessrocks)
Donny Fattah, bassis God Bless Meninggal Dunia. (Foto - @godblessrocks)

JAKARTA, VISTANEWS.ID – Bassis sekaligus pendiri band rock legendaris God Bless, Donny Fattah, meninggal dunia di usia 76 tahun, Sabtu (7/3/2026), di Rumah Sakit Fatmawati, Jakarta.

Kabar duka meninggalnya Donny Fattah disampaikan langsung di Instagram resmi God Bless di @godblessrocks.

“Telah meninggal dunia Donny Fattah, bassist, salah seorang pendiri God Bless, saudara kami tercinta, di Rumah Sakit Fatmawati. Mohon dimaafkan jika terdapat kesalahan almarhum. Semoga amal dan seluruh kebaikannya diterima di sisi-Nya,” tulis akun resmi God Bless.

Jenazah Donny Fattah disemayamkan di Rumah Duka RS Fatmawati. Rencananya, akan dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kampung Kandang, Jagakarsa, Jakarta Selatan.

Berjuang Melawan Tiga Penyakit 

Project Pop Gelar Konser 30 Tahun Berkarya, Hadirkan Kolaborasi Bersama P Project hingga Inul Daratista

Selama Tiga Tahun

Sebelum wafat, Donny Fattah diketahui telah berjuang melawan sejumlah penyakit yang dideritanya selama hampir tiga tahun terakhir. 

Kondisi kesehatan sang musisi terus menurun akibat komplikasi beberapa gangguan kesehatan yang menyerang tubuhnya.

Donny Fattah diketahui mengidap tiga penyakit sekaligus, yakni sarkopenia atau penurunan massa otot tulang, penyumbatan vaskular, serta penyakit autoimun. 

Ketiga kondisi tersebut terutama memengaruhi bagian tubuh bawahnya, mulai dari pinggang hingga kaki.

Pengusaha dan Politisi Rachmat Gobel Meninggal Dunia di Usia 63 Tahun

Dalam perjuangannya melawan penyakit tersebut, Donny harus mengonsumsi hingga 32 jenis obat setiap harinya. 

Ia bahkan sempat mengungkapkan bahwa efek samping dari obat-obatan tersebut kerap membuatnya merasa pusing hingga mengalami gangguan penglihatan.

Menurutnya, dampak dari konsumsi obat dalam jumlah besar itu terkadang terasa lebih berat dibandingkan penyakit yang ia derita.

Meski kondisi kesehatannya terus menurun, kecintaan Donny terhadap musik tidak pernah pudar. Ia tetap menjadikan panggung sebagai bagian penting dalam hidupnya.

Bagi Donny Fattah, tampil bersama God Bless bukan sekadar pekerjaan sebagai musisi, melainkan juga sumber semangat yang memberinya kekuatan untuk terus bertahan dan obat untuk jiwanya.

Horor Pelet Tak Lagi Satu Arah, PEMIKAT JIWA Bawa Penonton ke Sisi Pelaku dan Korban

Profil Donny Fattah

Donny Fattah berdarah Maluku Utara terlahir dengan nama Gideon Patta Onoa Gagola. Ia lahir di Makassar pada 24 September 1949. 

Kiprah bermusiknya, selain di God Bless, bersama-sama teman bandnya membentuk Gong 2000. 

Pada usia 15 tahun, Donny Fattah mendirikan band Harbour Beat bersama musisi senior Bartje Van Houten dan Minggus Tahitoe pada 1965. 

Tiga tahun kemudian ia bergabung di Fancy Band. Pada 1973, ia bersama Ahmad Albar, Fuad Hassan, Yockie Suryo Prayogo, dan Ludwig Lemans mendirikan God Bless.

Dalam perjalanan kariernya, Donny turut terlibat dalam penggarapan album sejumlah penyanyi rock seperti Ikang Fawzi dan Nicky Astria. (Ign)

Bagikan Artikel

VistaTekno






VistaOto






Berita Populer

01

75 Tahun Seminari Stella Maris Bogor: Alumni Gelar Reuni Lintas Angkatan di Yogyakarta

02

SSB Kemayoran 17 FC dan SSB Garecs Juara U-9 dan U-11 di EYSC 2025

03

Film Unfaithful 2: Richard Gere dan Diane Lane, Perselingkuhan Lama Bersemi Kembali

04

Esporto Youth Soccer Championship 2025 Diikuti 10 Tim SSB di Jakarta

05

SilverStream Solusi Cepat untuk Perawatan dan Penyembuhan Luka

06

Ramon Tanque Ingin Cetak Gol Pertama ke Gawang Dewa United

07

Komunitas SAMBAL Apresiasi Eco-Craft Display 2026, Perkuat Ekosistem Kreatif Berkelanjutan

08

Pameran SIAL Interfood 2025 di JIExpo Kemayoran, Ini Rangkaian Acara Menariknya 

09

Paviliun Raden Saleh Hadir Sebagai Hotel di Kawasan TIM Cikini

Pilihan Editor