SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Advertisement Advertisement
VistaTainment
Beranda » VistaTainment » Dari Wakatobi, Musik Raim Laode Menjangkau Pendengar di Luar Indonesia

Dari Wakatobi, Musik Raim Laode Menjangkau Pendengar di Luar Indonesia

foto dok. spotify indonesia
foto dok. spotify indonesia

JAKARTA, VISTA.CO.ID – Perjalanan musik Raim Laode kembali mencatat perkembangan setelah album iqro’ mendapatkan respons dari pendengar di Indonesia dan sejumlah negara tetangga. Album tersebut telah bertahan selama 21 minggu di Spotify Weekly Top Albums Global.

Iqro’ bahkan sempat mencapai posisi #18 dalam tangga album global tersebut. Sementara di Indonesia, tujuh lagu dari album berisi 11 lagu itu masuk Spotify Weekly Top Songs Indonesia.

Raim melihat perkembangan tersebut sebagai bagian dari perjalanan musik yang semakin luas. Ia menyebut latar belakangnya sebagai musisi asal Wakatobi membuat pencapaian di tingkat internasional memiliki arti tersendiri.

“Sebagai musisi yang lahir dari Wakatobi, melihat karya kami bisa menjangkau pendengar di berbagai belahan dunia menjadi pengingat bahwa musik dapat melampaui batas bahasa dan tempat kita berasal,” tutur Raim.

Selain Indonesia, lagu-lagu Raim juga tercatat dalam Spotify Weekly Top Songs di Malaysia. Perkembangan tersebut hadir bersamaan dengan peningkatan jumlah pendengar bulanan Raim yang mencapai 42 persen sejak album iqro’ dirilis.

Memoria El Putra Sarira Hadirkan Kisah Rama dan Yara, Ada Batukaras di Balik Ceritanya**

Di dalam negeri, “Dunia Yang Nanti” menjadi salah satu lagu yang mencuri perhatian dengan menempati posisi #3 Spotify Weekly Top Songs Indonesia. Lagu tersebut menjadi bagian dari tujuh lagu Raim yang masuk tangga lagu nasional.

Menurut Raim, sebuah lagu pada akhirnya dapat memiliki kehidupan sendiri ketika sudah bertemu dengan pendengarnya. Ia menilai hubungan antara karya dan audiens menjadi salah satu bagian paling berarti dalam perjalanan seorang musisi.

“Bagi saya, hal yang paling berarti adalah ketika sebuah lagu tidak lagi hanya menjadi milik musisinya, tetapi ikut hidup bersama orang-orang yang mendengarkannya,” kata Raim. (*/san)

Bagikan Artikel

VistaTekno






VistaOto






Berita Populer

01

75 Tahun Seminari Stella Maris Bogor: Alumni Gelar Reuni Lintas Angkatan di Yogyakarta

02

SSB Kemayoran 17 FC dan SSB Garecs Juara U-9 dan U-11 di EYSC 2025

03

Film Unfaithful 2: Richard Gere dan Diane Lane, Perselingkuhan Lama Bersemi Kembali

04

Tante Sonya Tak Sekadar Kisah Romansa, WeTV Bidik Penonton Global

05

Esporto Youth Soccer Championship 2025 Diikuti 10 Tim SSB di Jakarta

06

Ramon Tanque Ingin Cetak Gol Pertama ke Gawang Dewa United

07

SilverStream Solusi Cepat untuk Perawatan dan Penyembuhan Luka

08

Paviliun Raden Saleh Hadir Sebagai Hotel di Kawasan TIM Cikini

09

Komunitas SAMBAL Apresiasi Eco-Craft Display 2026, Perkuat Ekosistem Kreatif Berkelanjutan

Pilihan Editor